Thrifting Bakal Banjiri Pasar Menuju Lebaran 2026, Tantangan Bagi Pengusaha Lokal!
Suasana pelabuhan Tanjung Priok ketika tim Disway menelusuri jejak impor pakaian bekas dari luar negeri.-Cahyono/Disway.id-
Salah satu pekerja di sana mengaku tidak tahu menau terkait lokasi bongkar muat barang pakaian bekas di area Pelabuhan Tanjung Priok.
"Wah kurang tau ya kalo itu saya, tempat di mana gak tau," ujar salah satu pekerja pelabuhan.
Sementara, saat dikonfirmasi Disway.id melalui pesan singkat WhatsApp, salah satu staf humas Pelindo Tanjung Priok mengatakan jika urusan pengawasan dan penindakan barang bekas impor merupakan wewenang dari Bea Cukai.
BACA JUGA:PHK Tembus 88.519 Kasus, 7,28 Juta Orang Pengangguran: DPR Targetkan UU Ketenagakerjaan Baru 2026
"Pengawasan ekspor-impor ada di Bea Cukai pak. Apalagi baju bekas," ujar salah satu humas Pelindo yang enggan disebutkan namanya pada pekan lalu.
Pedagang Mulai Menata Barang Masuk
Menjelang Magrib di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, aktivitas bongkar muat barang bekas impor oleh para porter terlihat sangat sibuk.
Salah satu penjual pakaian Thrifting, Hapsah (45) tidak mengetahui secara pasti siapa pihak importir yang memasok barang-barang bekas tersebut.
Hapsah mengambil pakaian bekas impor tersebut di depan loby Pasar Senen Blok III dalam bentuk karung balpres.

Sisi lain pasar Thrifting di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, barang dagangan juga dicampur dengan barang baru.-Cahyono/Disway.id-
Harga per balpresnya bervariasi dikisaran Rp6-8 jutaan, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Selama ini Hapsah mengaku tidak pernah kecewa dengan kualitas barang yang dia ambil dari pemasok langganannya.
Kalaupun omzetnya seret, itu murni dari sepinya pembeli, bukan karena rendahnya kualitas barang.
BACA JUGA:Gelombang PHK Picu Trauma Turun Kelas dan Krisis Identitas, Psikolog Beberkan Dampak Micro-Burnout
"Makanya kalau nggak kenal jangan ini (ambil), saya nggak berani," ujarnya.
Hapsah mengaku, selama dua tahun dirinya berjualan pakaian bekas di kawasan Pasar Senen, belum pernah mengalami kerugian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: