Pengamat Apresiasi BHR Berbasis Kinerja dari Aplikator: Sejalan Prinsip Kemitraan
Penyaluran BHR dilakukan melalui saldo GoPay Mitra pada 4 hingga 6 Maret 2026-Dok.GoTo-
Pada 2026, total alokasi BHR GoTo meningkat dari Rp50 miliar menjadi Rp110 miliar. Untuk kategori nominal terendah, besaran BHR juga naik 3 sampai 4 kali lipat, dari Rp50.000 pada 2025 menjadi Rp150.000 bagi mitra roda dua dan Rp200.000 bagi mitra roda empat.
Secara keseluruhan, mitra roda dua akan menerima kisaran Rp150.000 dan tertinggi yakni Rp900.000, sedangkan mitra roda empat Rp200.000 dan tertinggi Rp1.600.000.
Sementara CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyatakan ada 400 ribu mitra pengemudi aktif roda dua dan roda empat yang akan menerima BHR 2026, yang ditetapkan berdasarkan produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Apresiasi BHR Berbasis Kemitraan dan Merit System
Timboel menekankan bahwa dalam konteks hubungan kemitraan, pemberian BHR perlu dipahami sebagai bentuk imbauan atau komitmen perusahaan, bukan kewajiban seperti THR pada pekerja formal. Ia menilai pendekatan GoTo yang berbasis produktivitas sudah tepat.
BACA JUGA:Tak Ada CCTV di Rumah Ermanto Usman, Tetangga: Nggak Ada, Pelaku Kabur Lewat Belakang
“Karakteristik kemitraan itu memang berbasis merit system, berbasis produktivitas dan kinerja. Orang yang bekerja lebih produktif tentu tidak bisa disamakan dengan yang hanya sambilan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tuntutan penyamaan BHR dengan upah minimum kurang tepat secara yuridis maupun sosiologis. Menurutnya, jika dipaksakan, justru berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem ojol.
“Bonus hari raya itu bagian dari komitmen aplikator untuk membantu mitra menghadapi hari raya, berbeda dengan THR pekerja formal,” tegas Timboel.
Lebih jauh, Timboel menekankan bahwa BHR memang penting sebagai dukungan jangka pendek, namun kesejahteraan mitra perlu diperkuat melalui perlindungan sosial yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Pertamina Buka Suara Soal 2 Kapal Minyaknya yang Masih Terjebak di Selat Hormuz
Ia mencontohkan pentingnya jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian bagi pengemudi berbasis platform. Menurutnya, langkah perusahaan yang ikut membayarkan iuran perlindungan sosial merupakan bagian penting dari peningkatan kesejahteraan pekerja digital.
Timboel berharap ke depan kolaborasi antara pemerintah dan aplikator terus diperkuat agar ekosistem transportasi online semakin sehat.
Dengan pendekatan yang seimbang antara dukungan finansial seperti BHR dan perlindungan sosial jangka panjang, kesejahteraan mitra pengemudi dinilai dapat meningkat secara lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: