Tiyo Ardianto Endus Gelagat Prabowo Tembus Lewati Dua Periode: Tak Ada Oposisi, Ini Fasisme!

Tiyo Ardianto Endus Gelagat Prabowo Tembus Lewati Dua Periode: Tak Ada Oposisi, Ini Fasisme!

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto-Sindo Podcast-YouTube Channel

"Kita lihat misalnya, hampir tidak ada oposisi hari ini, seluruh partai dikuasai oleh Prabowo Subianto, nah kalau kita cek di negara-negara lain, ini tuh fasisme, ini adalah upaya supaya nggak ada menandingi kekuasaan, sehingga ini berbahaya karena elit sudah bersatu, ketika elit sudah bersatu yang paling susah adalah rakyat," tuturnya menambahkan.

BACA JUGA:Sebut Pemerintah Suka Narkoba, Tiyo Ardianto: Bikin Halusinasi Indonesia Sebagai Negara Bahagia Sedunia

Persatuan Elit Dinilai Berpotensi Mengutamakan Kepentingan Politik

Dalam pandangannya, Tiyo Ardianto menganggap persatuan elit politik Indonesia tidak selalu berdampak positif bagi masyarakat.

Ia menilai bahwa ketika elit terlalu kompak, ada risiko kepentingan kelompok elit lebih diutamakan dibanding kepentingan publik.

Menurut Tiyo Ardianto, elit politik seharusnya berada dalam ruang kompetisi gagasan.

Dengan adanya kompetisi yang sehat, masyarakat dapat melihat siapa yang benar-benar mampu menghadirkan kebijakan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga menilai bahwa jika elit politik terlalu bersatu tanpa adanya kritik dan kontrol, maka kemungkinan besar yang diutamakan adalah stabilitas kekuasaan, bukan kesejahteraan masyarakat luas.

Tiyo Ardianto juga menyinggung kondisi lembaga legislatif di Indonesia yang menurutnya menghadapi berbagai persoalan serius.

Ia menilai kualitas fungsi pengawasan dan legislasi saat ini belum berjalan secara optimal.

Menurutnya, beberapa peristiwa politik pada tahun sebelumnya menunjukkan adanya kekecewaan publik terhadap kinerja legislatif.

Ia mencontohkan berbagai gelombang kritik dan kemarahan masyarakat yang muncul akibat kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Situasi tersebut, menurut Tio, mencerminkan adanya krisis kepercayaan publik terhadap lembaga politik yang seharusnya menjadi wakil rakyat.

BACA JUGA:Dicibir Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disupport Aktivis 98 Pendiri Omah Dongeng Marwah

Banyak Sektor Dinilai Mengalami Kemunduran

Dalam pandangannya mengenai kondisi politik dan pemerintahan Indonesia, Tiyo Ardianto menilai bahwa berbagai sektor yang seharusnya berfungsi memajukan bangsa justru menghadapi tantangan serius.

Ia mengatakan bahwa banyak lembaga dan sektor strategis yang semestinya berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat malah dinilai belum mampu menjalankan fungsi tersebut secara maksimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads