Tiyo Ardianto Endus Gelagat Prabowo Tembus Lewati Dua Periode: Tak Ada Oposisi, Ini Fasisme!

Tiyo Ardianto Endus Gelagat Prabowo Tembus Lewati Dua Periode: Tak Ada Oposisi, Ini Fasisme!

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto-Sindo Podcast-YouTube Channel

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto mulai mengendus gelagat Presiden RI, Prabowo Subianto akan menembus batas aturan dua periode.

Tiyo Ardianto menganggap kekacauan ini bermula dari ketiadaannya pihak oposisi yang mampu menantang Prabowo Subianto.

Gelagat aneh ini dinilai Tiyo Ardianto mulai mengarah kepada tindakan fasisme atau dianggap Prabowo Subaitno tengah memainkan strategi ideologi politik sayap kanan ekstrem.

Bagi Tiyo Ardianto, seorang politisi itu harusnya mensejahterakan rakyat dan menjalankan amanah konstitusi, bukan untuk mempertahankan kekuasannya.

BACA JUGA:Berjiwa Aktivis, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Belajar Memahami Makna Tembang Jawa Lir Ilir

"Mempertahankan kekuasaannya itu adalah mental model dari feodalisme, jadi orang yang berkuasa cenderung ingin mempertahankan kekuasaannya selamanya," ujar Tiyo Ardianto, dikutip pada Kamis 5 Maret 2026.

"Dan itu memang mental model kita, tidak hanya di pemerintahan Prabowo tapi di pemerintahan sebelumnya juga demikian dengan menitipkan anaknya sebagai Wapres itu kan bagian lain dari cara untuk mempertahankan kekuasaannya meskipun secara kekuasaan tidak se-absolut sebelumnya," tambahnya.

Selama satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto, Tiyo Ardianto kesulitan menemukan satu program yang bisa melepaskan kepentingan politik Prabowo Subianto dan mempriotitaskan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan Tiyo Arianto melihat program-program unggulan Prabowo Subianto dijalankan untuk kepentingan politik tahun 2029 mendatang dan seterusnya.

BACA JUGA:Padahal Ayah dan Ibunya Bukan Aktivis, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Gelisah Sistem Pendidikan Sejak SMP

"Nah kita lihat misalnya, beberapa pihak kemarin ada yang menemukan satu temuan baru bahwa kan ada gairah untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar kepada Undang-Undang Dasar 45 sebelum amandemen, dan itu kan undang-undang yang mengizinkan orang untuk berkuasa selama-lamanya," pungkas Tiyo Ardianto.

"Ini mirip orde baru dan orde lama ya, artinya demokrasi tidak akan berjalan dengan batas, tetapi justru tanpa batas," lanjutnya.

Lebih lanjut, pria asal Kudus itu melihatnya gelagat Prabowo Subianto tidak sedang merancang strategi hanya untuk dua periode saja.

"Tapi gelagat yang terjadi hari ini tidak hanya dua periode, tetapi kalau bisa seterusnya," ungkap Tiyo Ardianto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads