Pemerintah Jamin Pasokan BBM Aman Jelang Idul Fitri Meski Selat Hormuz Ditutup

Pemerintah Jamin Pasokan BBM Aman Jelang Idul Fitri Meski Selat Hormuz Ditutup

Ilustrasi penjualan BBM di SPBU Pertamina, Jakarta.-Bianca-

JAKARTA, DISWAY.ID— Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026, meski Selat Hormuz ditutup imbas konflik di Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, sekitar 20-25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah, sementara impor BBM jenis Solar sudah tidak dilakukan lagi.

"Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sementara menyangkut BBM, yang kita impor bensin dan itu dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah. Seluruhnya dapat diproduksi oleh kilang-kilang di dalam negeri," ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

BACA JUGA:Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Idulfitri

Sebagai antisipasi, pemerintah menambah pasokan minyak dari kawasan lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat. Dengan demikian, pasokan minyak mentah untuk kilang dalam negeri tetap terjaga.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global," jelas Bahlil.

Sementara itu, cadangan BBM di dalam negeri saat ini dalam kondisi aman, yaitu 23 hari kebutuhan. Cadangan tersebut senantiasa terjaga di level aman, dengan pasokan terus ditambah dari dalam maupun luar negeri, tidak menunggu sampai stok di bawah 21 hari. Dengan kata lain, tidak benar stok BBM akan habis dalam sekitar 20 hari.

Sedangkan untuk BBM, Indonesia tidak melakukan impor dari Timur Tengah. Indonesia mengimpor bensin RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98 dari kawasan Asia Tenggara sehingga tidak terdampak penutupan Selat Hormuz.

Untuk semakin memperkuat ketahanan energi nasional, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar cadangan BBM ditingkatkan menjadi 3 bulan kebutuhan. Pembangunan fasilitas penyimpanan tengah dipersiapkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads