Apa Sih Keuntungan Pakai B50? Bahlil Singgung Pengaruhnya pada Devisa hingga Tenaga Kerja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan keuntungan menggunakan B50. --Anisha Aprilia
JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan keuntungan menggunakan B50.
Ia mengatakan implementasi mandatori B50 bisa meningkatkan serapan minyak sawit mentah (CPO) hingga 17 ton.
"B50 ini meningkatkan kebutuhan CPO kita dari 15,2 juta menjadi 16,3 juta sampai dengan 17 juta ton, sehingga dapat membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit," kata Bahlil saat peluncuran B50 di Karawang, Kamis, 9 Juli 2026.
BACA JUGA:Bahlil: 56 Persen Solar Nasional Sudah Menggunakan B50
Menurutnya, peningkatan konsumsi CPO di dalam negeri menjadi strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sawit apabila permintaan ekspor melemah.
"Kalau pengusaha-pengusaha kita, katakanlah harga CPO di luar rendah dan negara lain tidak mau, ya sudah Pak, kita sebagian sisihkan untuk kita bangun hilirisasi B50 supaya harga petani naik, industri naik, negara sejahtera," ujarnya.
Selain memperkuat pasar domestik, Bahlil menyebut implementasi B50 juga akan meningkatkan penghematan devisa negara akibat berkurangnya impor bahan bakar minyak.
"Yang berikut, meningkatkan penghematan devisa kurang lebih sekitar Rp133 triliun. Pada program B40. Nah, dengan implementasi B50, itu ternyata Bapak Presiden Rp170 triliun. Jadi dari B40 ke B50 kita bisa menambah menahan devisa kita Rp170 T. Jadi ini semakin impor kita berkurang," ujar dia.
BACA JUGA:Resmi! Prabowo Berlakukan Program Biodiesel B50 di Indonesia
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan kebijakan tersebut juga akan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional. Nilai tambah industri CPO diproyeksikan naik dari Rp20,92 triliun pada era B40 menjadi Rp23,49 triliun setelah implementasi B50.
Di sisi ketenagakerjaan, program B50 diperkirakan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Jumlah pekerja yang terlibat diproyeksikan meningkat dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi sekitar 2,1 juta orang melalui implementasi B50.
"Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta tenaga kerja dengan B50," jelasnya.
BACA JUGA:Berlaku 1 Juli 2026, Kebijakan B50 Bantu Indonesia Hemat Devisa Hingga Rp157 T Tahun Ini
Apa itu B50?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: