Dokter Bedah Plastik Ungkap Metode Operasi Bibir Sumbing pada Anak, Butuh Waktu 45 Menit
Dokter ahli bedah plastik yang juga mitra Smile Train Indonesia, dr. Yantoko, Sp.BP-RE, menjelaskan, operasi sumbing yang dilakukan bersama Smile Train selalu memprioritaskan prosedur yang aman, sesuai standar medis.--istimewa
Sejak 2002, Smile Train Indonesia telah mendukung sekitar 7.000 operasi gratis setiap tahunnya dan dalam waktu dekat akan mencapai hampir 200.000 operasi di seluruh Indonesia.
Secara global, Smile Train telah mendukung lebih dari 2 juta operasi sumbing, di mana pasien ke-2 juta berasal dari Indonesia—sebuah pencapaian yang menegaskan peran penting Indonesia dalam perjalanan global organisasi ini.
Kolaborasi dengan Smile Train dan Dentons HPRP mempertegas pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat. Andre Rahadian, Secretary Yayasan Smile Train Indonesia sekaligus Partner di Dentons HPRP, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari nilai kepedulian yang sama.
“Ramadan mengajarkan kita tentang berbagi dan tanggung jawab sosial. Kami percaya bahwa dunia usaha, khususnya kami di Dentons HPRP dapat mengambil peran nyata dalam membantu anak-anak dengan kondisi sumbing. Secara pribadi, saya memiliki panggilan jiwa dan meyakini bahwa kita harus giving back to society. Kami percaya setiap dukungan yang diberikan berarti membuka masa depan yang lebih baik bagi mereka,” ungkapnya.
BACA JUGA:Gratis! Dinkes DKI Gelar Operasi Bibir Sumbing hingga Sunat Massal saat HUT ke-498 Jakarta
Di bulan suci ini, Smile Train Indonesia juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika terdapat keluarga, kerabat, atau tetangga dengan kondisi bibir sumbing, tidak perlu ragu untuk menghubungi Smile Train atau rumah sakit mitra terdekat.
Prosedur operasi dapat dilakukan dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan bedah plastik komersial, dengan standar medis yang jelas dan aman. Lebih dari itu, perawatan yang diberikan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
“Operasi hanyalah langkah awal. Setelah tindakan operasi dilakukan, anak-anak tetap kami pantau. Banyak yang diarahkan ke layanan lanjutan seperti ortodontik serta pendampingan psikologis untuk memperkuat mental mereka. Di 2026, kami juga akan memperkuat program pengembangan diri melalui pelatihan soft skills seperti tari dan public speaking, agar mereka bukan hanya pulih secara fisik, tetapi juga percaya diri menyalurkan potensi terbaiknya. Sebab bagi seorang anak sumbing, satu tindakan yang tepat dalam mengubah hidup, selamanya,” pungkas Deasy.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: