Azan Pitu Menggema, Keunikan Tradisi Sakral Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Azan Pitu Menggema, Keunikan Tradisi Sakral Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

SENO DWI PRIYANTO/RADAR CITujuh muazin berdiri berjajar mengumandangkan azan bersama-sama, Jumat (6/3/2025). Tradisi azan pitu menjadi ciri khas Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon.-Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon-

CIREBON, DISWAY.ID-- Tradisi azan pitu kembali menggema di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan, Cirebon, pada Salat Jumat, 6 Maret 2026.

Tujuh muazin berdiri berjajar mengumandangkan azan secara serentak, menciptakan gema khas yang memenuhi ruang masjid bersejarah tersebut.

Suasana khusyuk menyelimuti jamaah yang memadati lantai berkarpet hijau. Mereka terdiam, sebagian menutup mata, larut dalam panggilan salat yang berbeda dari azan biasa.

BACA JUGA:Kunjungan ke Tuban, Wapres Gibran Puji Pengembangan Fasilitas Ekspor Pabrik Solusi Bangun Indonesia

Tradisi azan pitu yang berarti azan tujuh muazin ini telah dilestarikan sejak masa pendirian masjid, menjadi ciri khas unik Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Masjid ini didirikan pada 1480 M oleh Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), dengan Sunan Kalijaga sebagai arsitek utama.

Bangunan bergaya pendopo Jawa ini memadukan unsur budaya Majapahit, Tiongkok, dan Portugis, mencerminkan akulturasi yang kaya di wilayah barat Pulau Jawa.

Pangeran Raja Gumilar Soeryadiningrat, Patih Keraton Kasepuhan, menjelaskan masjid tersebut bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat penyebaran Islam di Jawa Barat, Jakarta, hingga Banten.

“Masjid ini menjadi simbol peradaban Islam sejak era Sunan Gunung Jati,” ujarnya.

Arsitektur masjid sederhana namun sarat makna: tiang kayu besar, atap bertingkat tanpa kubah, sembilan pintu kecil melambangkan Wali Songo, setiap pengunjung harus menunduk saat masuk sebagai simbol kerendahan hati.

BACA JUGA:Kecerdikan John Herdman Terbukti! Gooijer dan Zandbergen Diproses Cepat, Media Asia Viralkan Timnas

Nama “Sang Cipta Rasa” bermakna keagungan yang dibangun untuk menumbuhkan rasa spiritual.

Selain azan pitu setiap Jumat, masjid ini ramai pada Ramadan dengan tadarus, tarawih, dan bedug malam.

Aktivitas itu turut menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui pedagang makanan, minuman, serta perlengkapan ibadah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads