Misteri Mundurnya Dua Dirjen Kementerian PU di Tengah Audit Triliunan Rupiah

Misteri Mundurnya Dua Dirjen Kementerian PU di Tengah Audit Triliunan Rupiah

Mundurnya Dua Dirjen Kementerian PU Usai Temuan Audit BPK Rp3 Triliun Jadi Sorotan---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Pengunduran diri dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum memunculkan berbagai pertanyaan mengenai dinamika internal kementerian yang mengelola proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah di Indonesia.

Dua pejabat yang memilih mundur tersebut adalah Dewi Chomistriana, Direktur Jenderal Cipta Karya, serta Dwi Purwantoro, Direktur Jenderal Sumber Daya Air. Keduanya mengundurkan diri hampir dalam waktu bersamaan.

Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan potensi kerugian negara dalam sejumlah proyek di lingkungan kementerian tersebut

Menteri PU Ungkap Temuan Audit BPK

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa temuan tersebut berasal dari dua surat resmi auditor negara yang diterima kementerian pada tahun 2025.

“BPK mengirim surat kepada saya dua kali, Januari 2025 dan Agustus 2025,” ujar Dody saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Dalam surat pertama yang dikirim Januari 2025, disebutkan adanya potensi kerugian negara hampir Rp3 triliun. Namun setelah evaluasi lanjutan, nilai tersebut turun menjadi sekitar Rp1 triliun dalam surat kedua yang diterbitkan pada Agustus 2025.

Surat kedua itu juga memuat sejumlah rekomendasi auditor, termasuk pembentukan majelis ad hoc serta tim khusus di satuan kerja untuk mempercepat pengembalian kerugian negara yang disebabkan oleh pihak ketiga.

Namun menurut Dody, rekomendasi tersebut belum segera ditindaklanjuti oleh jajaran internal kementerian.

“Kemudian saya ambil alih. Kita akan membentuk majelis ad hoc, membentuk tim di satker, dan menghidupkan kembali Komite Audit,” ujarnya.

Ia bahkan menggunakan analogi keras untuk menggambarkan kondisi internal lembaga yang dipimpinnya.

“Saya tidak bisa membersihkan rumah saya kalau sapu saya kotor,” kata Dody.

Timeline Jabatan Dirjen Jadi Sorotan

Selain temuan audit, kronologi jabatan kedua direktur jenderal juga menjadi perhatian sejumlah pengamat.

Dewi Chomistriana baru dilantik sebagai Dirjen Cipta Karya pada Januari 2025, sedangkan Dwi Purwantoro mulai menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya Air pada Juli 2025 setelah terjadi perombakan besar di jajaran eselon I kementerian.

Artinya, ketika surat pertama BPK yang menyebut potensi kerugian hampir Rp3 triliun diterbitkan pada Januari 2025, Dwi Purwantoro belum menjabat sebagai Dirjen SDA. Sementara Dewi Chomistriana baru saja memulai masa tugasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: