Sudah Dihujani Teror Termasuk pada Ibunya, Ketua BEM Tiyo Ardianto Bilang Tak Berdampak Apa-Apa
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto melakukan konsolidasi reformasi jilid II di Solo--Instagram Tiyo Ardianto
JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto jalan terus tak menyerah untuk menyuarakan semangat imajinasi reformasi jilid II ke tiap-tiap kampus untuk mengkritisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meski dirinya sudah dihujani teror.
Teror sempat datang pada Tiyo termasuk kepada ibunya.
Tiyo menegaskan ia tidak takut terhadap teror itu.
Berbincang dalam podcast YouTube OWRITE dalam program Say It, Tiyo menegaskan bahwa dirinya terus berkeliling kampus menggalang konsolidasi untuk menyuarakan bahwa ada yang salah dalam sistem pemerintahan ini.
“Teror itu fakta objektif atas sebuah peristiwa, tapi terluka itu bicara soal ketahanan kita menghadapi peristiwa,” katanya.
Menurutnya, teror itu memang iya betul terjadi, namun sejauh ini tak ada dampaknya padanya.
“Teror itu terjadi tapi tidak berdampak apa-apa, Alhamdulillah kami masih bisa keliling, kami masih bisa berdiskusi dengan mahasiswa di berbagai tempat, di Semarang, Salatiga, Jakarta, Pekalongan,” ucapnya.
BACA JUGA:5 Jurusan Teknik UGM Karier Cerah Pilihan SNPMB 2026, Kampusnya Ketua BEM Tiyo Ardianto
Termasuk Tiyo juga menyuarakan aksi solidaritas atas kasus ditahannya dua pentolan aktivis Pati yakni Botok dan Teguh, harus maju ke meja hijau karena menuntut pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada tahun 2025.
“Termasuk kemarin kami tetap bersolidaritas atas sidang vonisnya aktivis Pati yang cukup fenomenal juga mas Botok dan mas Teguh, yang menurut saya sedikit memberikan kita harapan karena akhirnya rakyat menang,” katanya.
Bicara soal demokrasi, kata Tiyo, yang terjadi di Indonesia ini adalah demokrasi rente, di mana para elite kasak-kusuk untuk kepentingannya semata.
“Sehingga yang terjadi itu bukan tarik menarik kepentingan rakyat, tapi kompromi kepentingan masing-masing. Yang terjadi sekarang juga demikian, berapa banyak DPR RI yang punya dapur-dapur MBG. Dan mana mungkin, orang yang mengambil manfaat atas MBG bisa mengkritik MBG. Dan lebih dari itu kalau kita zoom out persoalannya, Trias Politica kita memang mampet. Dan kita itu lagi mengalami krisis politik, rakyat itu sudah tidak lagi percaya dengan pemerintah,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: