Konflik Timur Tengah Effect, Pekerja Migran yang Pulang Kampung Tahun Ini Diprediksi Lebih Ramai
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memprediksi, pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung pada momen Idul Fitri 2026 ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.--Candra Pratama
JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memprediksi, pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung pada momen Idul Fitri 2026 ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode mudik Lebaran tahun lalu, tercatat sekitar 14 ribu Pekerja Migran kembali ke Indonesia.
Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, mengatakan prediksi peningkatan PMI mudik juga imbas dari adanya eskalasi konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah.
"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah Pekerja Migran yang pulang bisa saja terjadi," ungkapnya, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
BACA JUGA:4 Daftar Tol Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Pemudik Bebas Melintas Tanpa Tarif
Terkait jumlah Pekerja Migran yang diperkirakan pulang saat musim mudik tahun ini, kata Mangiring, pihaknya belum memiliki angka prediksi resmi.
Perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.
"Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya," ujarnya, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
BACA JUGA:Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Mangiring juga menjelaskan bahwa selama ini mayoritas Pekerja Migran yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan penempatan besar pekerja migran Indonesia.
"Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah," tuturnya.
BACA JUGA:Mudik Lebih Hemat Bersama Keluarga, Dani Lebih Pilih Naik Motor
Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan Pekerja Migran yang tertahan.
"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada Pekerja Migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa Pekerja Migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: