3 Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati, Referensi Ceramah di Hari Kemenangan!

3 Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati, Referensi Ceramah di Hari Kemenangan!

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati-diskominfotik.bengkaliskab.go.id-

orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Itulah muqaddimah keindahan kelak saat berada di dalam surga. 

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marah kepada orang lain, kita tidak boleh mendendam. Inilah obat penyejuk hati, pengantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa, selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya. Ia akan selalu menemukan kesalahan karena manusia adalah makhluk yang bisa bersalah.

Sebuah gambaran kisah hidup manusia, ada seseorang yang mengeluhkan rasa sakit di setiap bagian tubuhnya apabila disentuh oleh jari telunjuknya, dan ia pun berusaha untuk mengobati rasa sakit tersebut. Namun, sakit itu pun tidak kunjung hilang. Sekujur tubuhnya masih saja terasa sakit jika disentuh oleh jari telunjuknya.

Sungguh orang tersebut tidak akan pernah menemukan obat, jika ternyata yang diperiksakan ke dokter hanyalah bagian tubuh yang disentuh oleh jari telunjuknya saja. Sementara itu, ia melupakan jari telunjuknya yang justru ternyata merupakan sumber rasa sakit yang ia rasakan saat menyentuh anggota tubuh yang lain. Karena jari telunjuknya adalah jari yang terinfeksi, yang jika disentuhkan kepada apa pun akan terasa sakit.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,

Perumpamaan di atas adalah sebuah gambaran tentang sikap hati yang penuh dendam dan kedengkian, ia akan sulit hidup dalam kebersamaan. Dalam pandangannya, semua orang seolah-olah memusuhinya dan tidak ada yang benar. Padahal yang menjadikan orang lain menjadi tidak baik dalam pandangannya adalah karena hatinya sendiri yang telah kotor.

Hati yang mudah tersinggung dan mendendam, jika ada yang berbuat salah kepadanya ia akan selalu mengingat dan menyimpannya. Bahkan, begitu juga terhadap seseorang yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan kepadanya.

Menurutnya orang tersebut sudah harga mati untuk dicap sebagai seorang penjahat.

Ini adalah jari yang sakit, di saat bersentuhan dengan anggota tubuh yang sehat akan merasa sakit dan tidak akan bisa sembuh kecuali jari itu sendiri yang harus diobati.

Seorang pendendam dan pendengki akan terus menerus tersiksa hatinya karena dendam dan dengki tersebut. Melihat yang dibenci sukses akan semakin sakit, melihat rumah megahnya merasa sakit, melihat anak-anaknya yang terus naik karirnya juga sakit, dan melihat apa pun kebaikan pada orang yang dibenci dan didengki ia akan merasakan sakit. Sungguh alangkah bodohnya orang yang membiarkan hatinya terus sakit dan tersiksa.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,

Menyadari penyakit dendam di dalam hati adalah langkah pertama menuju kesembuhan. Kemudian berlatih melihat orang lain dengan mata husnuzhan serta melihat sisi positifnya dan menghindari membicarakan serta mendengar kejelekan orang lain.

Ada cara yang amat penting untuk menghancurkan dendam, dengki, dan kebencian ini, yaitu dengan ‘memberi hadiah’. Seperti yang pernah diajarkan oleh Rasulullah. Jika kita marah atau dendam kepada seseorang, maka

berusahalah agar bisa memberi hadiah untuk mengurangi rasa sakit di dalam hati. Seberat apa pun cara ini kita harus bisa mencoba dan membiasakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: