3 Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati, Referensi Ceramah di Hari Kemenangan!
Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati-diskominfotik.bengkaliskab.go.id-
“Jadilah engkau orang-orang yang saling memberi hadiah, niscaya engkau akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Adab Mufrad-nya)
Cara lain yang amat penting untuk mengobati hati yang sakit adalah mendoakan orang yang kita dendam kepadanya dengan doa-doa yang baik dan menghindari mendoakannya dengan doa-doa yang tidak baik. Sebab sungguh, berdoa yang tidak baik untuk orang yang kita dendam kepadanya tidaklah memberi arti positif bagi yang berdoa dan yang didoakan.
Bahkan, penyakit dendam akan makin subur tumbuh di hati orang yang mudah mendoakan orang lain dengan doa-doa yang tidak baik. Jika doa itu dikabul, maka akan menjadikan orang yang didoakan semakin tidak baik.
Dan sangat mungkin yang berdoa ini akan menuai kejahatan baru dari orang yang didoakannya dengan kejahatan yang lebih buruk lagi. Naudzubilah min dzalik.
Di samping akan menambah kebencian dan dendam di dalam hati, doa keburukan yang dipanjatkan bisa membahayakan orang yang berdoa itu sendiri, yaitu jika ternyata yang didoakan dengan doa jelek tersebut adalah orang yang tidak layak didoakan dengan doa jelek, maka panjatan doa tersebut adalah kezhaliman yang nyata. Dan hal itu yang akan menjadi sebab kejelekkan doa tersebut dikembalikan kepada orang yang memanjatkan doa itu sendiri.
Akan tetapi, jika berdoa dengan doa kebaikan, di samping akan menjadikan hati bersih, ternyata ada janji dari Allah bahwa Allah akan terlebih dahulu memberi
kepada orang yang telah mendoakan sesuai dengan apa yang dipanjatkannya.
Setelah itu, untuk mengetahui apakah masih ada dendam di dalam hati atau tidak, tengoklah ke dalam hati kita masing-masing setelah berdoa.
Sudahkah kita bisa dengan penuh kelegaan mendoakan orang-orang yang bermasalah dengan kita dengan doa-doa kebaikan? Jika belum bisa merasakan hal tersebut, maka pasti hati kita masih menyimpan sisa-sisa kekotoran dendam.
Jika demikian, tengoklah kembali hati kita masing-masing, apa yang kita mengerti dan rasa tentang mencintai Nabi Muhammad. Kalau memang kita mengaku cinta kepada Nabi, sadarilah bahwa orang yang kita benci tersebut adalah umat Nabi .
Apakah sah rumus cinta kita kepada Nabi dipertemukan dengan rumus benci dan dendam kepada umat Nabi ? Sementara Baginda Nabi setiap malam mendoakan umatnya agar senantiasa dalam keadaan baik-baik dan selamat kelak di akhirat.
3. Lebaran, Momentum Perkuat Kesalehan Vertikal-Horizontal
Oleh: H. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,
Di awal pagi yang suci ini, di mana mentari bangun menebarkan sinarnya, menyinari bumi dengan kehangatan dan keindahan yang tiada tara. Sinar mentari pagi 1 Syawal 1445 H menyapu segala sudut, memancarkan asa kehidupan yang menyejukkan hati dengan kedamaian.
Langit bersemi takbir yang gemuruh, merayakan kemenangan yang telah dinantikan. Suara takbir itu melambung tinggi, menembus awan-awan putih, memancar ke langit, menandai awal dari hari yang penuh berkah, Idul Fitri, hari kemenangan setelah perjuangan menempa diri menguatkan keimanan dan ketakwaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: