Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto: Momentum mudik Idulfitri merupakan fenomena ekonomi strategis yang secara konsisten mendorong peningkatan aktivitas ekonomi nasional.-dok disway-
Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53%–54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.
Pemerintah setiap tahunnya secara konsisten telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui momentum mudik Idulfitri.
Kebijakan tersebut antara lain pemberian diskon tiket transportasi umum yang dikompensasi melalui subsidi dan insentif fiskal, serta penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6% untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 yang berhasil menurunkan harga tiket hingga 14%.
Selain itu, dilakukan pula penurunan biaya kebandaraan dan harga avtur di 37 bandara guna meningkatkan keterjangkauan layanan penerbangan bagi masyarakat, Program Mudik Gratis untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) ASN sejak 2022–2025.
BACA JUGA:Rutan KPK Buka Layanan Khusus Idul Fitri, Ada Hantaran Makanan dan Kunjungan Keluarga
BACA JUGA:Revisi Neom
Kebijakan WFA telah menjadi inovasi strategis yang tidak hanya berfokus pada penguraian kepadatan arus mudik, tetapi juga secara terukur mampu memperpanjang durasi tinggal pemudik di kampung halaman.
Dengan tetap menjalankan pekerjaan dan menerima pendapatan secara penuh, pemudik memiliki ruang waktu yang lebih panjang untuk beraktivitas dan berbelanja, sehingga mendorong peningkatan perputaran uang dan memperkuat aktivitas ekonomi selama periode Idulfitri.
“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Juru Bicara Haryo.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: