SMK 3+1 Jadi Jalan Cepat Lulusan Tembus Kerja Global
Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa banyak negara maju mengalami kekurangan tenaga kerja, terutama di sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan. Kondisi ini menjadi peluang besa-Ditjen Vokasi PKPLK-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK menjadi strategi pemerintah dalam menyiapkan lulusan vokasi yang siap bersaing di pasar kerja global.
Melalui program ini, siswa SMK diproyeksikan tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus peluang kerja di luar negeri yang terus meningkat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merancang skema 3+1, yakni tiga tahun pembelajaran reguler ditambah satu tahun penguatan kompetensi.
BACA JUGA:DPR RI Matikan Lampu pada 20.00 WIB Demi Efisiensi Energi dan BBM
Pada tahun tambahan ini, siswa dibekali kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, serta kesiapan mental sesuai standar negara tujuan.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa banyak negara maju mengalami kekurangan tenaga kerja, terutama di sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi lulusan SMK Indonesia.
Program ini menambah masa belajar satu tahun untuk membekali murid secara utuh, mulai dari bahasa asing hingga budaya kerja sesuai standar negara tujuan,” ujar Tatang dalam sosialisasi program, di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.
Tatang menambahkan, kendala yang dihadapi selama ini bukan pada kemampuan teknis, melainkan adaptasi budaya dan tingginya biaya persiapan kerja ke luar negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya menekan hambatan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
BACA JUGA:Pemprov DKI Tutup Permanen Penampungan Sampah di Kali TPU Tanah Kusir
Senada dengan Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, menilai program ini penting di tengah ketatnya persaingan kerja domestik. Lulusan SMK kini harus bersaing tidak hanya dengan sesama lulusan vokasi, tetapi juga sarjana.
SMK harus menjadi energi baru dengan memperluas akses ke pasar kerja global,” katanya.
Program ini juga menekankan kolaborasi antara sekolah, industri, dan pemerintah. Sementara itu, Ketua Tim Penilaian Direktorat SMK, Yoga Yulianto, menyebutkan bahwa peserta harus menuntaskan tiga tahun pendidikan awal dan mendapat persetujuan orang tua.
Pendaftaran SMK pelaksana dibuka 26 Maret hingga 15 April 2026, dilanjutkan seleksi pada 16–20 April, dan pengumuman pada 21–24 April 2026.
Program ini diharapkan menjadi jembatan kuat bagi lulusan SMK menuju karier internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: