Pemangkasan hingga MBG Libur Sabtu, SPPG Pastikan Kualitas Gizi Tetap Terjaga
Pengawasan menu MBG di dapur SPPG-Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID– Badai efisiensi anggaran yang menghantam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu perbincangan serius di tengah masyarakat.
Banyak pihak khawatir, pemangkasan triliunan rupiah pada APBN akan berdampak langsung pada isi piring para siswa. Namun, kabar sejuk datang dari dapur operasional yang memastikan kualitas gizi tidak akan "disunat" sedikit pun.
Kepala SPPG Dapoer Rahayu, Fariz Alauddin, pasang badan menjamin bahwa kualitas menu MBG tetap terjaga sesuai standar awal.
BACA JUGA:MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kepala BGN Pastikan Mengikuti Jadwal Masuk Sekolah
Menurutnya, efisiensi yang dilakukan pemerintah bukan menyasar pada bahan baku makanan, melainkan pada durasi operasional distribusi.
"Khusus untuk menu, itu tidak berkaitan sama sekali. Pemangkasan ini tidak memangkas harga bahan baku, tapi memangkas jumlah harian operasional," tegas Fariz saat dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Fariz memaparkan logika di balik penghematan raksasa ini. Dengan menghentikan distribusi pada hari Sabtu dan tanggal merah (hari libur), negara diprediksi mampu menghemat anggaran fantstis, yakni antara Rp35 hingga Rp45 triliun dalam setahun.
Strategi ini dinilai jauh lebih rasional dan aman bagi kesehatan masyarakat ketimbang harus menurunkan standar harga per porsi yang sudah dipatok di angka Rp15.000.
BACA JUGA:Purbaya Pangkas MBG Jadi 5 Hari Seminggu, BGN Anggap Biasa: Gak Masalah!
Adapun dstribusi mengikuti hari efektif sekolah (5 hari kerja). Distribusi dihentikan pada hari Sabtu dan tanggal merah.
Kebijakan pengetatan ikat pinggang ini disebut datang langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Langkah pahit ini terpaksa diambil menyusul krisis global yang berimbas pada tekanan fiskal terhadap APBN 2026.
"Yang tadinya tanggal merah didistribusikan, sekarang tidak. Itu sudah cukup memangkas anggaran dan mengefisiensikan biaya operasional tanpa mengutak-atik nutrisi anak-anak," imbuh Fariz.
Menariknya, meski ada pengetatan untuk jalur sekolah, BGN tetap memberikan perlakuan khusus bagi kelompok sangat rentan, terutama ibu hamil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: