Ribut Bupati Vs Wakil Bupati Lebak, Adu Mulut hingga Ungkit Status Napi di Masa Lalunya
Kolase Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah-Radar Banten -
Menurut Amir, perselisihan ini merupakan akumulasi dari sulitnya jalur koordinasi di internal pemkab.
"Saya chat tidak pernah dibalas. Bukan hanya saya, para kepala dinas hingga ulama banyak yang mengeluh karena Bupati sulit dihubungi dan jarang berada di Lebak," ungkap Amir.
Amir menegaskan bahwa aktivitasnya mengumpulkan kepala dinas di kediamannya adalah upaya untuk memastikan roda program daerah tetap berjalan di tengah absennya kepemimpinan bupati.
BACA JUGA:Prabowo di Tokyo, Prabowo Tegaskan Jepang Mitra Strategis RI
Meski mengaku didorong oleh keluarga untuk mundur, Amir memilih bertahan demi menyelesaikan persoalan di Lebak.
Dampak pada Birokrasi dan Pelayanan
Pengamat Politik dari Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menilai konflik ini sebagai "puncak gunung es" dari dinamika politik informal yang gagal dikelola.
Menurutnya, perseteruan terbuka antara "dua matahari" di Lebak ini sangat berisiko mengganggu stabilitas birokrasi.
"Rakyat adalah pemilik daulat, sementara kepala daerah adalah pelayan. Jika pelayannya tidak akur, bagaimana rakyat bisa dilayani? Ketidakharmonisan ini menciptakan ketidakpastian di kalangan ASN yang akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik," tegas Adib kepada Radar Banten (Disway Group).
BACA JUGA:45 Klinik Kesehatan Jemaah Haji Indonesia Bakal Disiagakan di Tanah Suci
Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi jalannya pemerintahan di Kabupaten Lebak yang baru memasuki tahun kedua.
Publik kini menanti apakah rekonsiliasi dapat dilakukan atau justru perpecahan ini akan semakin melumpuhkan agenda pembangunan daerah ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: