Baliho Film 'Aku Harus Mati' Dikritik Dokter Spesialis Jiwa: Segera Turunkan!

Baliho Film 'Aku Harus Mati' Dikritik Dokter Spesialis Jiwa: Segera Turunkan!

Baliho film 'Aku Harus Mati' menuai kecaman dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) karena tak mengindahkan faktor psikis-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Baliho film 'Aku Harus Mati' rupanya menuai kecaman dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) karena penggunaan judul dan visual yang dianggap terlalu vulgar dalam mengeksplorasi isu bunuh diri.

Mereka mendesak pihak rumah produksi dan otoritas terkait untuk segera menurunkan alat peraga kampanye tersebut sebelum menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

BACA JUGA:JK Berang Dituding Danai Roy Suryo Cs Rp5 Miliar, Senin Laporkan Rismon ke Bareskrim

BACA JUGA:Kebangetan! Pemprov DKI Tindak Tegas Kelurahan Kalisari yang Balas Laporan Parkir Liar Pakai Foto AI

Penggunaan kalimat ‘Aku Harus Mati’ secara eksplisit di ruang publik dikhawatirkan dapat menjadi pemantik (trigger) bagi individu yang sedang berjuang dengan pikiran serupa.

​"Promosi ini sangat berisiko memicu fenomena copycat suicide atau peniruan perilaku bunuh diri. Ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan malah menyuguhkan narasi keputusasaan tanpa konteks yang jelas," ungkap pernyataan yang diterima oleh Disway, Minggu 5 April 2026.

Desakan agar baliho tersebut segera diturunkan pun kian menguat. Perhimpunan dokter spesialis jiwa meminta Lembaga Sensor Film (LSF) dan pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam memberikan izin penayangan iklan di ruang terbuka, terutama yang bersentuhan dengan isu sensitif seperti kesehatan mental.

​"Kita sedang berjuang menurunkan angka bunuh diri di Indonesia, namun promosi seperti ini justru seolah menormalisasi pikiran untuk mengakhiri hidup. Ini sangat kontraproduktif," tambah pernyataan dari asosiasi kesehatan terkait.

BACA JUGA:Licinnya 'Alung' Si Kurir Sabu 58 Kg Bisa Kabur dari Ruang Penyidik, Kini Jadi DPO Polda Jambi

BACA JUGA:Pemprov DKI Copot Poster Film Horor yang Tak Ramah Anak!

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah produksi yang menggarap film tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang protes yang datang dari kalangan medis.

Pemprov DKI menindak tegas

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencopot iklan film horor yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan warga.

Iklan film yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Film Nasional pada 2 April 2026 itu menuai protes karena dianggap terlalu menyeramkan dan tidak ramah anak.

BACA JUGA:HIPMI: Dunia Usaha Harus Selaras dengan Kebijakan Pemerintah di Tengah Dinamika Global

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: