Caci Maki Donald Trump di Akun Truth Dirujak Netizen: Dia Benar-benar Frustasi Hadapi Iran!
Caci maki Trump di akun Truth yang merupakan akun media sosialnya dirujak netizen yang menyebutkan jika ini merupakan bentuk frustasi karena hingga saat ini Iran masih belum membuka Selat Hormuz.-dok disway-
Dalam postingannya di akun Truth-nya Trump menuliskan rasa geramnya karena Iran masih tak peduli dengan berbagai ancamannya.
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!,” tulis Trump.
Bahkan Trump sampai menuliskan cacian dan makian agar Iran segera membuka akses untuk semua kapal di Selat Hormuz.
“Buka Selat itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah,” tambahnya.
Sepanjang invasinya bersama Israel, berbagai statemen telah disampaikan oleh Trump, namun sejak sebelum melakukan serangan pernyataan Trump selalu berubah dan tidak konsisten, bahkan Presiden Amerika ini terlihat semakin gusar saat jet tempurnya rontok oleh rudal Iran.
BACA JUGA:Pertahanan Mulai Rapuh, Arsenal Siapkan Dana Besar untuk Boyong Lewis Hall
BACA JUGA:Cara Menggunakan AI Chatbot untuk Trading yang Lebih Optimal
Serangan darat yang digadang-gadang sebagai serangan pamungkas harus dimundurkan dari 8 hari hingga ke 10 hari kedepan akibat pilotnya F-15E yang saat ini masih ditangan Iran.
Berikut rangkuman pernyataan Trump menghadapi Iran.
- 18 Januari: “Para patriot Iran, bantuan akan datang. Kami sedang bergerak masuk.”
- 28 Februari: “Kita akan meluncurkan operasi yang menentukan. Operasi ini akan sangat cepat.”
- 2 Maret: “Kita akan menang dengan mudah.”
- 3 Maret: “Kita telah memenangkan perang.”
- 7 Maret: “Kami mengalahkan Iran.”
- 9 Maret: “Serang Iran. Perang hampir berakhir—bersih dan menentukan.”
- 12 Maret: “Kita telah menang, tetapi belum sepenuhnya.”
- 13 Maret: “Kita memenangkan perang lagi.”
- 14 Maret: “Kami membutuhkan bantuan untuk membuka selat.”
- 15 Maret: “Jika kamu tidak membantu, aku akan mengingatnya.”
- 16 Maret: “Sebenarnya kita tidak butuh bantuan—saya sedang menguji loyalitas. Jika NATO tidak membantu, konsekuensi akan menyusul.”
- 17 Maret: “Kami tidak membutuhkan bantuan NATO dan tidak menginginkannya. Tidak diperlukan persetujuan Kongres untuk keluar dari NATO.”
BACA JUGA:HKTB Gandeng EIGER, Hong Kong Dipromosikan sebagai Surga Wisata Alam Modern
BACA JUGA:Kemenag Beri Penghargaan 5 Kanwil Berprestasi pada SPAN-PTKIN Awards 2026, Ini Kategorinya
- 18 Maret: “Sekutu harus bekerja sama untuk membuka Selat Hormuz.”
- 19 Maret: “Sekutu AS harus meningkatkan upaya dan membantu membuka selat tersebut.”
- 20 Maret: “NATO pengecut. Kita mungkin akan menghapusnya secara bertahap.”
- 21 Maret: “Kami tidak menggunakan selat itu. Orang lain yang membutuhkannya, bukan kami.”
- 22 Maret: “Peringatan terakhir. Iran punya waktu 48 jam. Iran sudah tamat.”
- 23 Maret: “Satu minggu lagi, lalu kita akan membom pembangkit listrik.”
- 24 Maret: “Perang akan segera berakhir.”
- 25 Maret: “Kami sedang bernegosiasi dengan Iran.”
- 26 Maret: “Iran memohon perdamaian. Mereka memberi kita hadiah. Kita menunda pemogokan di pembangkit listrik.”
- 27 Maret: “Saya dan Ayatollah akan bersama-sama mengelola Selat Hormuz.”
- 28 Maret: “Perubahan rezim telah terjadi di Iran.”
- 29 Maret: “Negosiasi dengan Iran berjalan sangat baik.”
- 30 Maret: “Kami siap menghancurkan infrastruktur minyak dan energi Iran dan menduduki Pulau Kharg.”
- 31 Maret: “Kami siap mengakhiri perang tanpa membuka selat.”
- 1 April: “Perang berakhir dalam 3 hari. Kita akan membombardir mereka selama 2–3 minggu hingga mereka kembali ke Zaman Batu.”
- 2 April: “Kami menghancurkan tiga jembatan utama. Mengapa mereka belum menghubungi kami?”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: