Tok! BPOM Setujui Vaksin Campak untuk Orang Dewasa Beresiko Diproduksi Bio Farma

Tok! BPOM Setujui Vaksin Campak untuk Orang Dewasa Beresiko Diproduksi Bio Farma

Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar.-Foto: Hasyim Ashari/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan perluasan izin penggunaan vaksinasi campak pada kelompok orang dewasa beresiko yang semula hanya untuk anak-anak.

Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar menjelaskan bahwa perluasan izin vaksinasi campak pada kelompok orang dewasa beresiko lantaran hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak meledak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Inti dari gebrakan BPOM kali ini adalah pemberian Nomor Izin Edar (NIE) baru untuk perluasan indikasi vaksin produksi dalam negeri yakni dengan melibatkan PT Bio Farma.

BACA JUGA:200 Ribu Nakes dan 39 Ribu Dokter di 14 Provinsi Siap Divaksin Campak

Jika sebelumnya vaksin ini diprioritaskan bagi anak-anak, kini orang dewasa khususnya tenaga kesehatan dan kelompok berisiko tinggi menjadi sasaran baru vaksinasi campak.

​"Kami tidak sekonyong-konyong mengambil keputusan. Ada analisa data ketat dan evaluasi uji klinik terhadap pelebaran indikasi ini," tegas Taruna Ikrar saat konferensi pers, Rabu 8 April 2026.

Keputusan yang diambil per 7 April ini juga telah melalui konsultasi teknis dengan WHO serta koordinasi dengan Komite Nasional Penilai Obat.

Dengan status Indonesia sebagai WHO Listed Authority (WLA), BPOM menjamin bahwa meski izin ini dikeluarkan dengan cepat untuk merespons wabah, aspek keamanan (safety), kualitas (quality), dan efikasi (efficacy) tetap menjadi harga mati.

BACA JUGA:Ahli Paru Ingatkan Gejala Campak Gak Cuma Demam dan Ruam Merah, Bisa Pneumonia

Terlebih BPOM disebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana kapan pelaksanaan vaksinasi campak. Skala prioritasnya adalah bagi tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Dan selain vaksin yang diproduksi Bio Farma, BPOM juga kemungkinan akan mengimpor dari perusahaan luar seperti Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK) dan Merck Sharp Dohme (MSD).

Taruna mengatakan Kemenkes RI telah memberi lampu hijau berdasarkan hasil kajian berbasis data ilmiah.

"Sekaligus bentuk komitmen BPOM dala memastikan setiap intervensi kesehatan yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan dan khasiat.

BACA JUGA:Kasus Campak Anjlok 93 Persen, Kemenkes Tetap Siaga Cegah Lonjakan Baru

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: