Ahli Paru Ingatkan Gejala Campak Gak Cuma Demam dan Ruam Merah, Bisa Pneumonia
Ilustrasi virus campak yang terjadi pada anak.--
JAKARTA, DISWAY.ID - Penyakit campak yang tengah merebak seringkali dipahami hanya sebatas ruam dan demam.
Padahal, campak gak cuma bicara soal ruam merah dan demam, tapi bisa berujung komplikasi yang lebih fatal salah satunya pneumonia.
Dalam webinar bertajuk “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi” bersama Dewan Guru Besar FKUI, para ahli bicara tentang penyakit campak dan bahayanya.
BACA JUGA:Kasus Campak Anjlok 93 Persen, Kemenkes Tetap Siaga Cegah Lonjakan Baru
Gejala Campak pada Dewasa
Prof. Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Ph.D, Sp.PD, K-PTI, FACP, FINASIM menjelaskan bahwa gejala campak pada dewasa mirip dengan pada anak, yaitu batuk, mata merah, demam, lalu muncul bercak merah di kulit.
Diagnosis bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium.
Penanganan campak bersifat suportif, artinya fokus pada meredakan gejala, menangani komplikasi yang muncul, serta mengisolasi pasien agar tidak menyebar.
BACA JUGA:Kasus Campak Meningkat di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Kebijakan Baru
Campak Berujung Pneumonia
Di sesi terakhir, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M, Sc Sp.P(K) menguraikan bahwa salah satu komplikasi campak yang paling berbahaya adalah pneumonia (infeksi paru-paru).
Pneumonia menjadi penyebab utama kasus campak yang berujung parah hingga kematian.
Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting.
“Campak bukan sebatas ruam dan demam. Campak dapat menyebabkan pneumonia sebagai salah satu komplikasi yang serius,” tutur Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RSCM.
Webinar yang diikuti oleh tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat umum ini ditutup dengan diskusi panel terintegrasi yang membahas strategi kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengendalikan campak di Indonesia.
BACA JUGA:Sosok Dokter Internship di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Campak, Langkah Kemenkes
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: