Kata Siapa Vaksin Campak-Rubella Nggak Aman? Prof. Hartono Kasih Penjelasan Tegas

Kata Siapa Vaksin Campak-Rubella Nggak Aman? Prof. Hartono Kasih Penjelasan Tegas

Ilustrasi. Penyakit akibat campak bisa ditangani dengan vaksinasi.--

JAKARTA, DISWAY.ID -- Di tengah bayang-bayang status Indonesia sebagai negara dengan kasus campak tertinggi kedua di dunia, dunia kedokteran kini harus menghadapi tantangan cukup berat terkait gelombang hoaks dan keraguan orang tua terhadap keamanan vaksin campak-rubella alias MR.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan pernyataan tegas bahwa segala isu miring yang berkaitan dengan vaksin MR tidaklah benar.

Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Hartono Gunadi, Sp.A(K) menegaskan, ketakutan masyarakat yang kini begitu marak terhadap vaksin campak-rubella dinilai terlalu berlebihan.

BACA JUGA:Kasus Campak Belum Ditemukan di Jakarta, Dinkes: Masyarakat Tetap Waspada!

"Isu-isu tentang keamanan vaksin yang beredar di masyarakat tidak berdasar secara ilmiah," tegas dia melalui keterangan resmi, Selasa 10 Maret 2026.

Prof. Hartono menjelaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program pemerintah sudah mendapat rekomendasi dan rujukan para ahli dan telah diproses secara ketat.

Selain mendapatkan izin edar dari BPOM, vaksin ini terbukti efektif menciptakan benteng pertahanan bagi tubuh anak agar tidak jatuh ke dalam kondisi fatal akibat komplikasi campak.

Keengganan orang tua untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan karena termakan kabar-kabar tidak benar di media sosial yang notabene masih banyak berita-berita bohong.

BACA JUGA:Antisipasi Campak Saat Mudik, Kemenkes Buka Vaksin MR di Posko

Karena hal hal tersebut, virus campak di Indonesia kini kembali mengganas dan menyebabkan potensinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan kegelisahannya melihat angka kematian anak akibat campak yang terus bertambah.

Hingga awal Maret 2026 saja, tercatat sudah ada 4 nyawa anak yang melayang sia-sia.

"Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan," ujar dr. Piprim.

BACA JUGA:Kasus Influencer Campak Jadi Sorotan, Kemenkes Minta Waspada

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: