Kasus Influencer Campak Jadi Sorotan, Kemenkes Minta Waspada
Demam menjadi gejala pertama setelah terinfeksi oleh penyakit campak--freepik.com
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti perilaku seorang influencer yang tetap beraktivitas di ruang publik meski sedang terinfeksi campak. Tindakan tersebut dinilai berisiko tinggi karena campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi.
Begini awalnya, selebgram Ruce Nuenda menjadi sorotan setelah mengunggah Instagram Story saat dirinya berolahraga di luar rumah meski sedang mengalami campak. Ia juga memperlihatkan ruam kemerahan yang muncul di tangan hingga kaki.
Unggahan tersebut memicu kritik dari warganet karena dinilai berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
BACA JUGA:Hati-Hati Marak Mi Kuning hingga Es Cendol Mengandung Formalin dan Rhodamin
BACA JUGA:Pemerintah Targetkan 120 Juta Motor Listrik, Kementerian ESDM Percepat Transisi Energi Nasional
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan campak dapat menyebar dengan sangat cepat melalui droplet atau percikan saluran pernapasan.
Dalam satu kasus, seorang penderita bahkan bisa menularkan virus kepada banyak orang sekaligus.
“Jadi campak itu sangat tinggi tingkat penularannya. Dari satu orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang,” ujar Andi dalam konferensi pers pembaruan kasus campak di Indonesia yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Kami Kemenkes mengingatkan setiap penderita campak untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah sampai benar-benar sembuh. Pembatasan aktivitas dinilai penting untuk mencegah penularan yang lebih luas di masyarakat.
“Jika sedang sakit, sebaiknya menahan diri dulu dan membatasi aktivitas hingga benar-benar sembuh agar tidak menularkan kepada keluarga maupun orang di sekitarnya,” jelasnya.
Andi, menilai figur publik memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh perilaku yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, tindakan seorang influencer dapat memengaruhi cara pandang dan perilaku publik terhadap kesehatan.
“Mestinya sebagai influencer tidak melakukan hal seperti itu, karena bisa mempengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat,” katanya.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat yang sempat bertemu dengan penderita campak untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Jika muncul gejala seperti demam yang disertai ruam pada kulit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: