200 Ribu Nakes dan 39 Ribu Dokter di 14 Provinsi Siap Divaksin Campak
Konferensi pers BPOM terkait pemberian izin vaksin campak untuk dewasa-Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID– Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat mengantisipasi risiko penularan campak pada kelompok dewasa berisiko tinggi.
Langkah ini menyusul terbitnya izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penggunaan vaksin campak untuk orang dewasa di Indonesia.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mempertebal perlindungan bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang berada di zona merah atau daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
BACA JUGA:PMJ Ungkap 1.833 Kasus Narkoba, Sabu dan Vape Etomidet Jadi Ancaman Serius di Jakarta
"Ini menjadi kewajiban kami, khususnya untuk nakes dan tenaga medis yang bekerja langsung melayani pasien. Risiko penularan mereka sangat tinggi," ujar Rizka dalam konferensi pers di kantor BPOM, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan pemetaan Kemenkes, sebanyak 223.150 tenaga kesehatan dan 39.212 tenaga medis yang tersebar di 14 provinsi dengan angka kasus tertinggi masuk dalam daftar prioritas pertama.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh risiko infeksi di lingkungan rumah sakit.
Tak hanya nakes senior, Kemenkes juga mewajibkan proteksi tambahan bagi 28.321 dokter muda yang tengah menjalani masa intensif (internsip).
Berbeda dengan nakes umum yang diprioritaskan di 14 provinsi, para dokter magang ini akan mendapatkan vaksinasi secara merata di seluruh 38 provinsi di Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Kumpulkan Menteri, Wamen hingga Eselon I di Istana Hari Ini, Bahas Isu Strategis
Menanggapi isu ketersediaan logistik, Rizka memastikan bahwa stok vaksin nasional berada dalam posisi sangat aman. Saat ini, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 9,8 juta dosis vaksin MR (Measles-Rubella) ke berbagai penjuru tanah air.
"Ketahanan stok kita saat ini berada di angka 5,5 bulan. Kami terus menjaga distribusi agar stok di daerah tetap tersedia namun tidak berlebihan, guna menghindari risiko kerusakan pada sediaan vaksin," pungkas Rizka.
Implementasi vaksinasi campak dewasa ini diharapkan dapat menekan angka penularan yang mulai merangkak naik, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi lonjakan kasus di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: