MHM Kecam Keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb.--istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, mengecam keras penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, dengan dukungan pasukan pendudukan.
"Tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan provokasi terang-terangan terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia," tegas MHM dalam peryataannya yang diterima Disway.id, Rabu, 8 April 2026
Majelis Hukama Muslimin menggarisbawahi penolakan tegasnya terhadap setiap upaya untuk merusak status quo keagamaan, historis, dan hukum yang ada di Masjid Al-Aqsa.
BACA JUGA:Selama Ramadan, Baznas Salurkan 2.310 Porsi Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
MHM juga memperingatkan dampak serius yang bisa ditimbulkan akibat pelanggaran terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.
MHM menekankan bahwa Masjid Al-Aqsa, secara keseluruhan—yang meliputi area seluas 144 dunam (1 dunam setara sekitar 1.000 meter persegi)—adalah tempat ibadah eksklusif bagi umat Muslim.
Majelis Hukama Muslimin juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab moral dan hukumnya serta mengambil tindakan segera dan tegas untuk menghentikan pelanggaran berulang terhadap Masjid Al-Aqsa, Kota Yerusalem, dan tempat-tempat sucinya.
BACA JUGA:Saat Purbaya Ngaku Baru Tahu Pembelian Motor Listrik BGN: Terlanjur Jalan, Tahun Ini Ga Ada Lagi
MHM selanjutnya mendesak komunitas internasional untuk memastikan perlindungan tempat-tempat suci, menjaga kebebasan beribadah, dan segera serta mendesak membuka kembali Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah.
MHM juga menyerukan upaya untuk mencapai resolusi yang adil dan komprehensif bagi masalah Palestina, mengakhiri penderitaan yang dialami rakyat Palestina selama lebih dari tujuh dekade, dan menegaskan hak sah mereka untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: