Lebanon Darurat! Serangan Brutal Israel Langgar Janji Gencatan Senjata, Iran Sebut Pembantaian
Wakil Menteri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Iran mengirim pesan ke Oval Office tadi malam.--BBC
JAKARTA, DISWAY.ID - Lebanon menjadi sasaran serangan Israel padahal kesepakatan gencatan senjata antara Israel-AS sudah disepakati.
Usai Wakil Menteri Luar Negeri Iran berbicara di program Today, Menteri Luar Negeri Inggris juga berbicara di acara TV BBC Breakfast.
Ia mengatakan Lebanon harusnya segera dimasukkan dalam perjanjian gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran dilansir dari BBC.
BACA JUGA:Istana Belum Berencana Tarik Pasukan TNI di Lebanon Usai 3 Prajurit Gugur
Inggris khawatir terhadap eskalasi serangan Israel yang terjadi di negara tersebut.
Ia mengatakan bahwa menurutnya ini adalah “hal yang tepat untuk dilakukan” demi keamanan Israel serta “keamanan kawasan yang lebih luas”.
Wakil Menteri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Iran mengirim pesan ke Oval Office tadi malam.
Ia mengecam sikap AS dan Israel.
BACA JUGA:Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Tuntut Jaminan Keamanan untuk Pasukan Perdamaian PBB
“Anda tidak bisa memiliki kue dan memakannya pada saat yang sama,” tegasnya terkait gencatan senjata.
Iran sebut hal ini sebagai pembantaian.
“Anda tidak bisa meminta gencatan senjata lalu menerima syarat dan ketentuannya, menerima semua wilayah yang dikenai gencatan senjata, dan menyebut Lebanon—tepatnya Lebanon—di dalamnya, lalu sekutu Anda justru memulai pembantaian,” ujarnya.
BACA JUGA:Komandan PMPP Ungkap Kondisi Terkini Tiga Prajurit TNI yang Terluka di Lebanon
Khatibzadeh mengatakan bahwa serangan oleh Israel merupakan “semacam genosida”.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: