Gencatan Senjata AS–Iran Disambut Positif, Ketum PBNU Minta Dijaga Secara Permanen

Gencatan Senjata AS–Iran Disambut Positif, Ketum PBNU Minta Dijaga Secara Permanen

Apresiasi juga disampaikan kepada negara-negara Teluk yang sampai hari ini tidak membalas serangan kepada Iran. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dalam dua pekan.

"Berharap ini menjadi permanen. Gencatan senjata ini diikuti menghentikan kekerasan sama sekali," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya, saat Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat,  10 April 2026.

BACA JUGA:Iming-iming Marketing Kripto, 6 Calon PMI Nyaris Kerja sebagai Admin Scam di Laos

Gus Yahya menyatakan, berhentinya kekerasan ini harus didukung dan disyukuri. Menurutnya, kekerasan dalam bentuk apapun harus dihentikan karena mengancam seluruh kemanusiaan.

Ia juga mengapresiasi keaktifan Pakistan dalam memoderasi Iran dan Amerika Serikat hingga tercapainya gencatan senjata.

"Apresiasi pemerintah Pakistan yang telah berupaya untuk menjadi penengah di dalam komunikasi antara pihak berkonflik," katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada negara-negara Teluk yang sampai hari ini tidak membalas serangan kepada Iran. Pun tidak berkenan menjadi basis serangan terhadap Iran.

BACA JUGA:Restorative Justice Rismon Sianipar di Kasus Ijazah Jokowi Masih Berproses

"Mengapresiasi negara-negara Teluk itu tidak membalas serangan, bahkan menolak wilayah masing-masing untuk dijadikan basis menyerang Iran," katanya.

Sebelumnya, Gus Yahya sudah bertemu dengan sejumlah duta besar negara-negara yang terlibat dan terdampak langsung, seperti Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, hingga Turki.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa Indonesia harus memposisikan diri sebagai sahabat.

Hal ini mengingat negara-negara yang terlibat langsung dalam peperangan ini adalah negara-negara sahabat. "Oleh karena itu kita harus mendudukkan diri sebagai sahabat," katanya.

BACA JUGA:Lirik dan Makna Lagu Comeback KATSEYE 'PINKY UP', Yuk Hafalkan Persiapan Coachella 2026

Perang dan kekerasan di mana saja dan apapun alasannya, menurutnya, adalah bencana kemanusiaan yang harus dicegah. "Dan kita upayakan dihentikannya sesegera mungkin," ujarnya.

Perang ini berdampak tidak saja pada negara-negara yang terlibat, tetapi bagi dunia. Dampak ini jelas menyulitkan bagi negara-negara yang ada dan masyarakatnya. Karenanya, ia menilai hal itu harus dihadapi bersama-sama mengingat tidak ada yang bisa mengelak dari ini.

"Semua negara terdampak dan semuanya berjibaku dampak ini," katanya.

BACA JUGA:Lewat Forum Perbatasan Laut, BNPP Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Oleh karena itu, PBNU menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Sosial. Ia menilai budaya gotong-royong dan tolong-menolong di tengah masyarakat Indonesia menjadi nilai penting dalam menghadapi tantangan dan dampak dari perang ini.

"Mari kita berkonsolidasi bersama untuk mengupayakan kemaslahatan bersama supaya kita selamat bersama-sama," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: