Cerita Kenaikan Harga Plastik yang Pelan Tapi Terasa, Keluhan dari Dapur hingga Dunia Usaha
kenaikan harga plastik mulai terasa pelan tapi pasti—bukan lewat lonjakan besar, melainkan tambahan kecil pada harga makanan, berkisar Rp500 hingga Rp1.000.--Radar Cirebon
Pasalnya, kini dirinya tidak hanya harus merogoh kocek lebih besar, namun juga harus berhadapan dengan pembatasan pembelian beberapa bahan pangan seperti minyak goreng.
"Minyak tuh udah susah sekarang, beli juga dibatasi, 6 botol doang bolehnya. Kalau nggak dapet di tempat lain, nyari keliling 1 botol 12 liter," tutur Tosa.
"Pokoknya sebisa mungkin kita pakai minyak kemasan saja, nggak pakai minyak curah karena rasanya nempel di tenggorokan," tambahnya.
Dalam menghadapi kenaikan masif bahan baku seperti plastik di pasaran, Tosa mengakui bahwa dirinya juga harus mengurangi penggunaan plastik lebih dari satu untuk membungkus lauk.
Selain itu, dirinya juga beralih menggunakan merek plastik yang lebih murah harganya dari merek yang dipakai sebelumnya.
"Paling gantinya satu doang. Jadi kalo ada yang mau pisah lauk sama nasi-nya, itu cuma boleh dipisah cuma satu doang," jelas Tosa.
BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima Resah! Harga Plastik Terus Naik Imbas Konflik Israel-AS dan Iran
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak hanya terjadi di sektor kuliner.
Dampaknya mulai menjalar ke berbagai industri lain, termasuk sektor apparel yang juga bergantung pada stabilitas harga bahan baku.
Pemilik usaha jersey custom Becks Apparel, Taufiq, mengatakan inflasi memberikan dampak nyata terhadap perencanaan bisnis yang dijalankannya.
Ketidakstabilan harga membuat pelaku usaha harus lebih adaptif dalam mengatur strategi produksi dan operasional.
"Sebagai pelaku usaha, kenaikan inflasi ini cukup terasa dampaknya. Harga bahan baku dan biaya operasional jadi tidak stabil, sehingga perencanaan bisnis juga ikut terdampak," jelas Taufiq pada Sabtu, 11 April 2026.
Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk lebih efisien dalam menjalankan bisnis.
Taufiq menjelaskan, inflasi berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi jersey. Beberapa komponen utama seperti kain, tinta printing, hingga biaya listrik dan logistik mengalami kenaikan harga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: