Cerita Kenaikan Harga Plastik yang Pelan Tapi Terasa, Keluhan dari Dapur hingga Dunia Usaha
kenaikan harga plastik mulai terasa pelan tapi pasti—bukan lewat lonjakan besar, melainkan tambahan kecil pada harga makanan, berkisar Rp500 hingga Rp1.000.--Radar Cirebon
Kondisi tersebut membuat biaya produksi setiap potong jersey meningkat dibandingkan sebelumnya.
"Harga bahan kain, tinta printing, sampai ongkos produksi seperti listrik dan logistik semuanya naik. Ini otomatis membuat cost produksi per jersey juga ikut meningkat," jelasnya.
BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima Resah! Harga Plastik Terus Naik Imbas Konflik Israel-AS dan Iran
Untuk mengurangi tekanan biaya produksi, Taufiq menerapkan sejumlah langkah efisiensi. Salah satunya dengan mencari pemasok bahan baku alternatif yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Selain itu, pihaknya juga menata ulang jumlah produksi agar lebih terkontrol sehingga tidak terjadi kelebihan stok.
"Kami juga mengoptimalkan desain agar tetap menarik tetapi tidak boros bahan, serta menekan biaya operasional yang tidak terlalu krusial," katanya.
Langkah efisiensi tersebut, lanjut Taufiq, mampu membantu menekan biaya produksi sekitar 10 hingga 15 persen.
Angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk menjaga margin usaha tetap sehat di tengah kenaikan harga bahan baku.
Meski melakukan penyesuaian bahan, Taufiq memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Setiap perubahan bahan selalu melalui proses pengujian terlebih dahulu sebelum digunakan dalam produksi massal.
"Kami selalu melakukan sampling dulu. Dicek dari segi kenyamanan, daya tahan, hingga hasil printing. Bahkan biasanya diuji langsung dipakai untuk memastikan tetap sesuai standar Becks Apparel," papar Taufiq.
Ia menegaskan bahwa efisiensi yang dilakukan bukan berarti menurunkan kualitas produk yang diterima konsumen.
Taufiq juga memastikan inflasi tidak memengaruhi kapasitas produksi. Mesin produksi tetap beroperasi seperti biasa karena permintaan pasar masih harus dipenuhi.
BACA JUGA:Harga Plastik Naik, Pedagang Akui Stok Pasokan Mulai Langka di Pasaran
"Mesin produksi tetap berjalan normal. Kami lebih fokus pada efisiensi penggunaan bahan, bukan mengurangi kapasitas produksi," kata dia.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, menjaga keseimbangan antara harga jual dan kualitas produk menjadi tantangan terbesar bagi pelaku usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: