Buka Peluang Magang ke Jepang dan Taiwan, Perguruan Tinggi Gandeng KP2MI Serap Pasar Kerja Global
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari Badan Nasional Sertif--istimewa
Sesuai dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI kini memfokuskan kinerjanya pada pembangunan ekosistem perlindungan yang terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
BACA JUGA:Program Magang Nasional diawasi Ketat, Perusahaan Melanggar Bakal Ditegur
Pendekatan komprehensif ini mencakup fase pra penempatan melalui penguatan pendidikan vokasi dan upskilling, perlindungan hak serta keamanan selama masa bekerja di luar negeri.
"Hingga pemberdayaan ekonomi purna-penempatan agar remitansi yang dihasilkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi keluarga dan daerah asal," beber Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa di tengah momentum bonus demografi, Indonesia berkomitmen mengirimkan tenaga kerja terampil (skilled labor) yang berdaya saing tinggi, bukan lagi tenaga kerja tanpa keahlian.
Sebagai langkah konkret melalui program prioritas (quick win), kementerian menetapkan target penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil untuk periode 2026-2029.
Strategi ini diwujudkan melalui penguatan vokasi dan sertifikasi berstandar internasional, pembentukan Migrant Center di lingkungan kampus sebagai pusat layanan informasi, peningkatan literasi migrasi aman bagi masyarakat, serta kolaborasi pertukaran data riset demi terciptanya kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja global.
BACA JUGA:DUH! Anak Magang Nasional Dipalak Perusahaan, Menaker Yassierli Janji Usut
"Jadi, penandatanganan MoU hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan satu kesatuan kebijakan dan implementasi konkret. Saya berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti agar pekerja migran kita menjadi tenaga kerja yang legal, terampil, terlindungi, dan bermartabat," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan dari berbagai institusi, antara lain Unsur Lembaga dan Yayasan diantaranya Syamsi Hari (Ketua BNSP) dan drg. Ulfah Masfufah, M.Kes (Wakil Ketua BNSP). Fitri Krisnawati Tandjung (Ketua Umum Pengurus Yayasan MATAULI).
Unsur Akademisi (Rektor & Pimpinan PT) yakni Haswan Yunaz, MM (Rektor IBI Kosgoro 1957). Asep Saefudin (Rektor Universitas Insan Cita Indonesia). Prof. Siti Marwiyah (Rektor Universitas Dr. Soetomo), Khoirin, (Rektor Universitas ‘Aisyiyah Palembang). Abdul Muhith (Rektor Universitas Sunan Gresik).
DR. Filius Chandra, SE.MM (Rektor Universitas Baiturahim Jambi), dan Drs. Darmae, M.Si., M.A.(Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Palangka Raya).
BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan
Turut mendampingi Menteri Mukhtarudin dalam acara tersebut, Wakil Menteri Dzulfikar Ahmad Tawalla serta Sekjen KP2MI, Komjen Pol. Dwiyono.
Saat ini, Kementerian P2MI juga tengah memfinalisasi Grand Design untuk menciptakan ekosistem pelindungan pekerja migran yang terintegrasi secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: