Buka Peluang Magang ke Jepang dan Taiwan, Perguruan Tinggi Gandeng KP2MI Serap Pasar Kerja Global
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari Badan Nasional Sertif--istimewa
Menurutnya, langkah Kementerian P2MI adalah upaya menjaga harga diri bangsa di mata dunia.
"Negara benar-benar hadir dan peduli pada warganya, baik sebelum, saat, maupun setelah bekerja di luar negeri. Kami ingin bonus demografi Indonesia berbuah manis melalui tenaga kerja yang skillful. Ini adalah strategi penting untuk memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi kita di masa depan," tegas Darmae.
Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi kini berperan aktif bukan hanya sebagai penyedia ijazah, tetapi sebagai pusat inkubasi tenaga kerja profesional yang legal, aman, dan berdaya saing internasional.
Sementara, Ketua Umum Pengurus Yayasan MATAULI, Fitri Krisnawati Tandjung, dalam menegaskan komitmen yayasan untuk berkolaborasi dengan Kementerian P2MI dalam menciptakan peluang kerja yang terstruktur.
Fokus utama Yayasan MATAULI adalah melakukan pembinaan dan persiapan tenaga kerja terampil di sektor perikanan.
"Komitmen kami bersama kementerian adalah menciptakan peluang dan melakukan pembinaan, khususnya di sektor perikanan untuk negara tujuan seperti Jepang dan Jerman. Berdasarkan data yang dipaparkan Pak Menteri, peminat di sektor ini sangat besar, terutama dari wilayah Sumatera Utara," ujar Fitri Krisnawati Tandjung.
BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan
Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi antusiasme tinggi masyarakat di Sumatera Utara untuk menembus pasar kerja internasional melalui jalur yang legal, terlatih, dan profesional.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyambut baik antusiasme mitra strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI kini memiliki peran ganda sebagai regulator sekaligus operator.
Fokus utama adalah mengalihkan pengiriman dari tenaga kerja tidak terampil (unskilled) menjadi tenaga kerja ahli (skilled workers).
"Data menunjukkan ada lebih dari 258 ribu peluang kerja global yang belum terserap. Dengan keterlibatan Yayasan MATAULI dan universitas, kita bisa menutup celah tersebut melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi yang tepat," tegas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: