Bukan Sekadar Minum Obat, Ini Cara Kalbe dan Kemenkes Tangani Diabetes

Bukan Sekadar Minum Obat, Ini Cara Kalbe dan Kemenkes Tangani Diabetes

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) kembali menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi strategis antara pemerintah, industri kesehatan, akademisi dan tenaga kesehatan serta masyarakat dalam penanganan diabetes di Indonesia.--Bianca Khairunnisa

JAKARTA, DISWAY.ID - Sebagai salah satu perusahaan farmasi paling terintegrasi di Asia Tenggara, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) kembali menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi strategis antara pemerintah, industri kesehatan, akademisi dan tenaga kesehatan serta masyarakat dalam penanganan diabetes di Indonesia.

Bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Diketahui, jumlah penyandang diabetes pada 2024, mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.

Menurut Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie, kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan diabetes membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

"Penanganan diabetes tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat. Untuk itu, Kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan," tegas Mulia Lie, dalam agenda Konferensi Pers, yang digelar di hotel Ashley Wahid, pada Jumat 17 April 2026.

BACA JUGA:Lawan Diabetes, BPOM Resmikan Label 'Nutri-Level' untuk Batasi GGL

Melanjutkan, Mulia juga turut menyatakan kepercayaan Kalbe percaya dalam penanganan diabetes membutuhkan solusi yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada terapi, tetapi juga edukasi dan pencegahan.

"Kami percaya bahwa pendekatan yang terintegrasi ini akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," tegas Mulia.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi juga turut menuturkan hal yang serupa.

BACA JUGA:Diabetes Tipe 2 Bisa Diobati, Ini Pilihan Terapi Pengobatan yang Inovatif

Dalam hal ini, dirinya menekankan bahwa penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari faktor resikonya, deteksi dini dan pengobatan. 

Selain itu, dirinya menambahkan, Pemerintah juga harus terus mendorong penguatan layanan kesehatan, khususnya pada aspek promotif dan preventif.

"Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian diabetes. Selain itu, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan program," tegas Nadia.

BACA JUGA:Kurma Bercampur Sirup Gula Marak di Pasar, BPOM Ingatkan Bahaya bagi Penderita Diabetes!

Sementara itu, langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kalbe dalam menghadapi tantangan terhadap meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10.9 persen sesuai data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: