Pramono Sebut Penduduk Miskin di Jakarta Turun Jadi 4,03 Persen Dibarengi Angka Gini Rasio
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika angka penduduk miskin di Ibu Kota mengalami penurunan di tengah tekanan geopolitik global.--Cahyono
JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika angka penduduk miskin di Ibu Kota mengalami penurunan di tengah tekanan geopolitik global.
Pramono memaparkan, saat ini penduduk miskin di Jakarta berjumlah 439,12 ribu orang atau menjadi 4,03 persen.
Hal ini diungkapkan Pramono saat konferensi pers (konpers) terkait kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I 2026 di Balairung, Balai Kota Jakarta.
"Jumlah penduduk miskin turun menjadi 439,12 ribu orang," kata Pramono dikutip Minggu, 19 April 2026.
BACA JUGA:PKL Jakarta Apresiasi Komitmen Pramono Anung Lindungi Ekonomi Rakyat Kecil
Penurunan penduduk miskin ini dibarengi penurunan angka ketimpangan antara kaya dan miskin atau gini rasio.
"Penurunan rasio gini dari 0,441 menjadi 0,423," ujarnya.
Selain itu, lanjut Mas Pram sapaan akrabnya, partisipasi angkatan kerja di Jakarta mengalami peningkatan menjadi 65,47 persen.
BACA JUGA:Pramono Desak Polisi Tangkap Dalang Tawuran di Petamburan: Tindak Tegas!
Saat ini sambung Pramono, jumlah penduduk Jakarta yang bekerja juga bertambah menjadi 5,18 juta orang atau naik 46,8 ribu.
"Ini perkembangan yang menggembirakan di awal tahun,” jelas Pramono.
Di sisi lain angka inflasi Jakarta tercatat 3,37 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,48 persen.
BACA JUGA:Pramono Bentuk Timsus Pemburu Ikan Sapu-sapu, Jaga Kelestarian Sungai Jakarta
Sepanjang tahun 2025 juga, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: