Pendanaan Riset 2026 Diputuskan Rp1,7 T, 18.215 Program Siap Dijalankan
Kemensiktisaintek memutuskan pendanaan riset untuk tahun 2026 sebesar Rp1,7 Triliun dengan ribuan program inovatif-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menandatangani kontrak pendanaan riset dan pengembangan tahun 2026.
Program ini didukung anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk membiayai 18.215 kegiatan riset di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke PMJ Gegara Potong Video Ceramah JK
Pendanaan tersebut diwujudkan melalui berbagai skema strategis, mulai dari Program Penelitian, Program Pengabdian kepada Masyarakat, hingga Program Hilirisasi Riset Prioritas.
Selain itu, terdapat dukungan bagi Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) dan Program Mahasiswa Berdampak yang dirancang untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, mengatakan bahwa seluruh penerima pendanaan telah melalui proses seleksi yang ketat dan objektif. Ia menyebut para peneliti terpilih sebagai representasi institusi yang membawa peran negara dalam menjawab persoalan publik.
“Para peneliti adalah ujung tombak dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial. Karena itu, fokus utama harus pada dampak nyata, bukan sekadar capaian administratif,” ujar Fauzan dalam penandatanganan kontrak di Jakarta, Senin 20 April 2026
Ia juga mengingatkan agar para penerima pendanaan mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengedepankan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan mendapatkan hibah riset harus diikuti dengan kerja konkret dan hasil yang terukur.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, kembali menyebutkan bahwa tingkat kelolosan proposal tahun ini mencapai sekitar 17,4 persen. Angka tersebut mencerminkan tingginya kompetisi, seiring meningkatnya jumlah perguruan tinggi peserta menjadi 2.051 institusi pada 2026.
BACA JUGA:Sinergi Dua Kementerian: Atlet Kampus Disiapkan Tembus Level Dunia
Perlu diketahui dalam dua tahun terakhir, terjadi lonjakan signifikan partisipasi kampus, dengan penambahan hampir 500 perguruan tinggi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekosistem riset nasional, meski berpotensi memengaruhi distribusi pendanaan.
Fauzan Adziman menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan agar riset tidak berhenti di tahap proposal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: