Sejarah Hari Buku Sedunia 2026, Ditetapkan Pertama Kali oleh UNESCO

Sejarah Hari Buku Sedunia 2026, Ditetapkan Pertama Kali oleh UNESCO

Sejarah Hari Buku Sedunia 2026, Ditetapkan Pertama Kali oleh UNESCO--ilustrasi

Namun, sejak tahun 1923, tradisi tersebut beralih menjadi penghormatan kepada penulis Miguel de Cervantes.

Lalu, para penjual buku pun mulai menginisiasi tradisi di mana wanita memberikan buku sebagai balasan untuk mawar yang mereka terima.

Ada catatan sejarah menyebutkan kika selama periode ini, lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan jutaan mawar.

Kemudian, dari tradisi inilah yang menginspirasi UNESCO untuk menjadikan 23 April sebagai simbol penghormatan global bagi penulis, penerbit, dan pembaca.

BACA JUGA:Sejarah dan Tema Lebaran Betawi 2026, Lengkap Rangkaian Kegiatannya di Lapangan Banteng

Perayaan Hari Buku Sedunia sebenarnya adalah kerja sama besar antara penulis, penerbit, distributor, dan masyarakat umum.

Bahkan, setiap tahunnya, UNESCO juga memilih satu kota untuk diakui sebagai Ibu Kota Buku Dunia.

Perayaan Hari Buku Sedunia di Indonesia

Sementara di Indonesia, kesadaran tentang Hari Buku Sedunia ini mulai muncul sejak tahun 2006.

Kala itu, perayaan ini digerakkan oleh Forum Indonesia Membaca (FIM).

BACA JUGA:Sejarah Hari Film Nasional Diperingati 30 Maret, Lengkap Fakta Menariknya

FIM sendiri adalah organisasi yang berkomitmen untuk membuka akses untuk masyarakat dalam memperkuat budaya membaca.

Sejak itulah, minat membaca masyarakat semakin meningkat.

Di sisi lain, Komunitas literasi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan penerbit juga zemakin aktif dalam berkolaborasi.

Tujuan mereka hanya satu, yakni menjadikan buku sebagai sahabat bagi masyarakat.

Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, melainkan juga tentang bagaimana bangsa ini dapat menyerap informasi dengan bijaksana demi kemajuan negara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: