Air Pohon
--
Di depan orang Huai An saya pun berkata: "akhirnya saya tahu mengapa peradaban di Huai An ini maju. Termasuk mengapa tingkat pendidikan penduduknya tinggi. Banyak orang pintar. Banyak orang sukses. Termasuk Anda. Semua itu ternyata ada hubungannya dengan proyek Great Canal di masa lalu".
Teman saya yang sukses itu merendah. Ia kirim tulisan satu kalimat yang penuh arti. Sarat diplomasi. Berusaha ganti memberi pujian yang tinggi.
Inilah kalimat itu: "Pak Iskan, kami adalah air kanal Huai An, Anda adalah pohon menjulang tinggi Indonesia. Ini adalah pepatah terkenal dari I Ching Tiongkok: Air menyehatkan pohon, pohon kayu menghasilkan kekayaan" (我们是淮安的运河水 你是在印尼的苍天大树, 这是中国的易经名言, 水生木 木生财).
Mungkin Liang di Denmark dan Wilwa di Jakarta bisa memberi skor: seberapa tinggi kualitas literasi satu kalimat itu –skala satu sampai 10. Yang jelas saya belajar banyak dari kalimat itu: kalau memuji orang baiknya lewat puisi. Jangan seperti saat saya memuji Jayanti Zainal Halo BCA tempo hari –yang sampai membuat perusuh Disway pada cemburu.
Saya pun minta diantar ke Great Canal yang jaraknya terdekat dari Huai An. Saya tahu peran Great Canal sudah tidak sepenting zaman dulu. Bahkan sudah tidak penting sama sekali. Sudah digantikan jalan raya. Sudah kalah dengan rel kereta api. Apalagi setelah ada jalan tol dan kereta cepat. Saya bayangkan Great Canal sudah ditinggalkan. Diabaikan. Telantar. Sudah jadi parit yang menyempit dan mendangkal.
Saya pun membayangkan akan dibawa naik mobil ke arah luar kota Huai An. Di sana akan bisa melihat sisa-sisa kejayaan Great Canal, meski sejak lebih 100 tahun lalu sudah kehilangan peran pentingnya sebagai pusat logistik negara.
Untuk melihat Great Canal itu teman itu pun memberi tawaran ke saya: naik mobil atau jalan kaki.
"Jalan kaki?" tanya saya terheran-heran.
"Iya. Jalan kaki. Hanya 1 km dari sini," ujarnya.
Waktu itu kami lagi di pusat kota Huai An. Kota sangat kecil. Kota kecamatan. Tapi punya museum modern di pusat kotanya.
Tidak menyangka: ternyata Great Canal itu mengalir melewati tengah kota Huai An. Atau saya terbalik: kota ini dulunya sengaja dibangun di pinggir Great Canal. Boleh dikata sebelum ada Great Canal belum ada kota Huai An. Berarti umur kota Huai An sama dengan umur Great Canal: 1000 tahun lebih.
Jalan raya di depan museum itu, 1000 tahun lalu, adalah jalan penghubung antara kantor syahbandar dengan pelabuhan. Museum itu sendiri dulunya adalah kantor itu: kantor bea cukai, syahbandar, dan administrator pelabuhan.
Semua kapal wajib berhenti bersandar di pelabuhan Huai An. Nakhodanya turun dari kapal, berjalan kaki ke gedung pengelola pelabuhan: membereskan segala macam administrasi dan pembayaran.
Di lokasi bekas gedung itu kini tinggal terlihat beberapa bekas batu pondasinya. Sisa temboknya pun sudah tidak ada. Bekas lokasi gedung paling belakang kini untuk museum. Bekas lokasi gedung paling depan dipagari rendah agar wisatawan bisa melihat sisa-sisa batu pondasi.
Setelah melihat museum kami menuju Great Canal. Benar. Kanalnya sudah seperti sungai biasa. Tapi kanan kirinya masih terjaga. Tidak ada bangunan di pinggir sungai –apalagi bangunan kumuh. Kanan-kiri sungai masih terjaga sebagai tanah kosong. Ditanami pohon-pohon keras.
Saya pun jalan kaki menuju pinggir sungai. Rumput tinggi itu saya sepak-sepak pakai sepatu untuk memastikan ada tanah keras yang bisa saya lewati. Sampai pinggir sungai terlihat ada kapal tongkang berhenti. Ujung tali besar tongkang itu diikatkan ke pohon besar di pinggir sungai. Saya amati tongkang itu: panjang sekali. Rupanya empat tongkang digandeng jadi satu rangkaian. Di bagian depannya ada kapal penarik tongkang.
Kapal itu berhenti di Huai An tidak lagi karena harus melapor ke syahbandar. Hanya mau istirahat. Kapal-kapal lain melaju di tengah kanal. Umumnya tongkang.
Ternyata kanal ini masih ramai dengan lalu-lintas kapal. Meski tidak lagi penting tapi masih berfungsi.
Di masa nan lalu Huai An dijadikan pusat administrasi logistik Great Canal karena posisinya. Bukan hanya di tengah jarak antara Hangzhou dan Beijing (1800 km), tapi juga karena Huai An terhubung dengan Huang He (Sungai Kuning) –lewat anak sungainya. Zaman itu Huang He masih bermuara di bagian selatan Shandong. Belakangan muara sungai Huang He pindah jauh ke utara.

--
Anda sudah tahu: perpindahan muara sungai Huanghe itu terkenal yang paling ekstrem dalam sejarah. Pindahnya sejauh lebih 600 km. Ibarat sungai Citarum yang dulunya bermuara di Bekasi, pindah bermuara di Rembang. Itu terjadi di tahun 1850-an ketika terjadi banjir besar Sungai Kuning. Saking besarnya air 'melompat' ke arah lain.
Rasanya saat itu pula kota Kaifeng tenggelam. Tertimbun pasir. Kota besar Kaifeng yang sekarang berada di atas kota Kaifeng di zaman Judge Bao –hakim paling adil yang sudah Anda kenal itu. Judge Bao jadi hakim di zaman Great Canal dibangun.
Air kanal itulah yang selama ini memakmurkan kota Huai An. Juga yang membuat peradaban literasinya tinggi. Untuk menjadi pegawai dan pejabat yang mengelola kanal diperlukan SDM berkualitas tinggi. Pendidikan di situ pun berkualitas –karena meritokrasi dijalankan dengan baik.
Kini air sungai kanal masih mengaliri Huai An, dan orang di sana masih bisa menghibur hati kita: Indonesialah tempatnya pohon bisa tumbuh tinggi.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 24 April 2026: Da Yunhe
gubernur kota
Kalau negeri ini ingin sejajar dengan negara-negara maju dalam 20-30an tahun mendatang, kita harus menyiapkan 1 juta bibit yang kualitas berfikir, fisik, mental dan etos kerja mirip dengan abah DI. Itu tugas setiap orang tua, kalau kita merasa pemerintah tidak akan sanggup.
Leong Putu
Wkwkwk..... Ke sebuah kota, kok bisa dan berani minta maaf sampai tiga kali, padahal ke istri, minta maaf sekali saja gak tega! .. Hedeeeeeeh...
Irary Sadar
Luarbiasa. Pembangunan proyek besar yang punya tujuan membangun ekonomi yang besar juga. Penyatuan ekonomi utara - selatan. Persis -tapi jauh berbeda- dengan proyek Ibukota Konoha Now -disingkat IKN- . Proyek besar dengan biaya besar (diduga juga korupsinya besar), hanya bertujuan untuk legacy si tuan besar. Tanpa memikirkan efek ekonomi terhadap negara yang juga besar. Sangat besar malah. Kepentingan legacy yang melupakan kepentingan lainnya. Sungguh begitu banyak jalan-jalan di Konoha yang belum layak. Begitu juga jembatan, sekolah, rumah sakit, anak usia sekolah yang tidak sekolah dan masalah lainnya di seluruh pelosok Konoha. Jangan berkata Konoha sudah makmur jika hanya bercermin di pulau jawa saja. Itu nonsense... Lihat 'kota' nelayan di Kepulauan Riau. Daerah terpecil di Sumbawa. Jalanan rusak di Kalimatan. Anak butuh sekolah di Papua dan masih bannyak lagi hingga tidak bisa ditulis satu-persatu. Tapi, yah. IKN sudah dibuat, meskipun tidak sesuai diharapkan. Seem like Useless.. Saya setuju adanya IKN, tapi tidak untuk sekarang. Buktinya, Anda lihat IKN sekarang...
Tiga Pelita Berlian
OOT.. maaf, ini balik ke QRIS . Jadi ceritanya kami ada lapak di bagian depan rumah . Kami jg siapkan fasilitas pembayaran via QRIS bay Bank BUMN biru dongker, nah kemaren saya pantengin ternyata saat ini kalo transaksi di atas 500rb ada biaya 0,3% . Nah, kemaren malem ada transaksi senilai 2jt lebih dikit bayar pake QRIS, eh yg masuk ke rek kami kepotong 6ribuan (lebih mahal dr bea transfer antar bank/BI fast).. Weh utk ukuran kami itu besar, makanya mulai kemaren kalo ada transaksi di atas 500rb & customer byt pake QR maka kami kutip charge bea bank. Sekian curhat nya .. mhn saran nya . Seklangkong
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DA YUNHE: JALUR AIR YANG MENYATUKAN KOTA-KOTA BESAR.. DA YUNHE atau Grand Canal dirintis sejak abad ke-5 SM. Dipacu habis-habisan di era Dinasti Sui, terutama masa Kaisar Yang (605–618). Tidak selesai sekali jadi. Disambung lintas dinasti: 1) Tang, 2) Yuan, 3) Ming. Proyek estafet para kaisar. Jalurnya panjang. 1) Hangzhou (Provinsi Zhejiang), naik ke 2) Jiaxing, 3) Suzhou, 4) Wuxi, 5) Changzhou, 6) Zhenjiang, 7) Yangzhou, 8) Huai'an, 9) Suqian, lalu masuk Shandong: 10) Jining, 11) Tai'an, 12) Liaocheng, 13) Dezhou. Naik lagi ke Hebei: 14) Cangzhou, 15) Tianjin, dan berakhir di 16) Beijing. Dibangun manual. Cangkul, sekop, tenaga manusia. Jutaan orang terlibat. Banyak kerja paksa. Banyak pula yang gugur. Ini proyek logistik, bukan proyek gaya. Yang paling menarik: kanal ini menyatukan ekonomi utara–selatan. Mengalirkan beras, pajak, dan peradaban. Dari air yang mengalir, lahir kota kaya, budaya tinggi, dan negara yang stabil. Dulu pakai otot. Sekarang pakai rapat. Ironinya, yang dulu justru lebih cepat jadi.
Liáng - βιολί ζήτα
Saya sungguh ingin dapat jawaban mengapa peradaban, literasi dan kualitas pendidikan di Huai An begitu tinggi --sejak 1000 tahun lalu. (Dahlan Iskan) Bukankah apa yang sudah ditulis Abah pada paragraf-paragraf sebelumnya..... itu sudah merupakan beberapa faktor diantaranya ?? Dan..... faktor Terpenting yang terlewat dari tulisan Abah adalah : "科举重镇 (kējǔ zhòngzhèn)" ---> an important center for the imperial examinations. Zaman Kekaisaran Tiongkok dahulu, untuk menjadi pegawai Istana mesti melewati ujian yang sangat berat, untuk menguji berbagai kemampuan, kepintaran, dan kecerdasan sang calon pegawai. 淮安 (Huái'ān) pernah menjadi Pusat Utama Ujian Kekaisaran. Dampaknya : 1. Banyak orang 淮安 (Huái'ān) dan sekitarnya yang tertarik untuk mengikuti Ujian Kekaisaran, terlebih lagi menjadi pegawai Kekaisaran adalah status sosial yang sangat tinggi. 2. Sehingga minat belajar baik literasi maupun keterampilan orang 淮安 (Huái'ān) dan sekitarnya, sangat tinggi. 3. Hal tersebut menjadi semacam Gen Budaya yang diwariskan terus-menerus secara turun-temurun..... yang sangat menghargai Puisi dan Buku serta menekankan pentingnya Pendidikan.
djokoLodang
-o-- ... Kali ini saya sebenarnya hanya harus menemani para direktur saya. Mereka harus bertemu partner mereka di sekitar Huai An. Maka pura-pura saya antar mereka --meski sebenarnya saya sendiri yang ngebet ingin ke Huai An. ... *) Kok mirip bos saya waktu saya masih ngantor dulu. Pura-pura bikin rapat dinas di suatu tempat --pada hal sebenarnya ingin main golf di situ, gratis. ~ Mungkin bukan hanya bos saya saja yang begitu -- bos-bos yang lain juga -- pada jaman itu, lhoo... Bukan jaman sekarang. --0-
Wilwa
@AchmadFaisol. Kalau dibalik bagaimana? Apakah Quran, Hadist, Sirah Nabawiyah benar? Apa Anda sedang tidak ditipu? Mengapa Anda percaya begitu saja pada tulisan homo sapien purba dari sono? :):):) No offense. Buddha bilang dalam salah satu tulisan muridnya: Jangan percaya begitu saja hanya karena itu ditulis dalam kitab atau diajarkan orang tua Anda atau diajarkan guru Anda, tapi ujilah SENDIRI apakah ajaran itu membawa kebaikan? (Apakah membawa damai? Apakah membawa kerukunan?)Sebuah nasihat yang waras dan relevan hingga kini. Terutama dalam melihat kisruh dan gaduh Yahudi vs Kristen vs Islam yang mewarnai langsung tak langsung perang Israel-Amerika vs Iran terkini. Yang bisa jadi berawal dari prasangka buruk masing-masing pihak terhadap pihak yang lain.
djokoLodang
-o-- ... Journey to the West itu ada versi bahasa jawanya, lho. Saya sempat baca waktu masih kelas 3 SD, pinjam tetangga, tahun 1962. Judulnya: Sang Prajaka. Sang Prajaka melakukan perjalanan ke barat diikuti murid-muridnya, salah satunya Wresiswa. Wresiswa ini lah Sun Go Kong dalam versi cerita aslinya. Tentu waktu itu saya belum tahu bahwa cerita itu saduran dari Journey to the West. -0--
Thamrin Dahlan YPTD
Membacalah maka Anda akan mengenal dunia Menulislah maka Anda akan dikenal dunia Terbitkan buku maka Anda akan dikenang dunia Salam Literasi
Achmad Faisol
@wilwa sebelum zionis masuk, di palestina hidup rukun masyarakat tiga agama, yaitu islam, kristen, dan yahudi... zionislah yang merusak kerukunan... zionis itu pendatang, bukan penduduk asli... memang, mereka penganut yahudi, tetapi ini masalah orang... di YT ada, termasuk koh dondy tan podcast dengan penganut yahudi, bahwa orang yahudi ketika tidak menemukan tempat ibadah mereka, mereka ke masjid... di islam sudah jelas, bagimu agamau, bagiku agamaku... ini murni masalah orang... nah, orang-orang inilah yang menggunakan topeng, masalahnya topeng agama... padahal, alasan di baliknya adalah uang, kekuasaan, dsj...
MULIYANTO KRISTA
Di wilayah Jombang utara sungai Brantas, Sabtu kemarin adik jual gabah panen sawah 7000/kg. Gabah kering giling laku seharga 7800/kg pak Admin.
Vikagora Prayogi
Pak @wilwa luar biasa punya wawasan sangat luas, dengan dibekali referensi beberapa bahasa dunia. Namun ketika mencari sumber wawasan kita harus selektif, kita yang pernah mengenyam bangku sekolah apalagi sudah ada embel es es di nama itu pastinya kode etik yang namanya ilmiah dan sumber yang terpercaya itu menjadi keharusan agar pemahaman kita benar. Wawasan tentang salah dan benar harus kita miliki tentunya. Namun saat ini kita berada jauh dari zaman awal dari agama agama yang ada di dunia ini, sebut saja Yahudi, Nasrani, Islam, Hindu, Budha dan lainnya, kita mungkin akan menemukan banyak sekali hal hal merupakan tambahan yang sebenarnya bukan murni dari ajaran tersebut sebagimana awalnya. Kalau boleh di ibaratkan air dari pegunungan di bogor sangat jernih bisa kita minum langsung nah berbeda ketika airnya sudah sampe jakarta sudah sangat keruh, apakah berani langsung kita minum?? Pastinya harus difilter. Saya kira dalam masalah agama juga akan berlaku seperti itu, kita harus punya filter untuk bisa mereguk manisnya ilmu agama yang benar
Achmad Faisol
imam syafi'i ketika di iraq juga berguru ke imam waki' bin jarrah, murid imam sufyan ats-tsauri (mujtahid muthlaq)... betapa luas ilmu imam syafi'i... ketika imam syafi'i shalat subuh di area masjid imam abu hanifah, beliau tidak qunut... padahal, madzhab syafi'i itu qunut... imam ahmad bin hanbal adalah murid imam syafi'i... anehnya, saat ini, ada yang mengaku pengikut imam ahmad, lantas membid'ahkan qunut... padahal, mereka sering bilang, bid'ah itu pasti sesat, dan sesat itu di neraka... beda, kan, antara yang berwawasan luas dan tidak...?
Fra Wijaya
Kalau para direktur abah itu baca tulisan abah hari ini dan mereka tau klo mereka sebernanya dikibuli abah karena mereka ternyata kesitu untuk antar abaj yg sudah ngebet datang kesitu bisa-bisa nanti pulangnya mereka rame-rame mengunci abah di toilet hotel biar abah ga bisa pulang bareng mereka...
ikhwan guru sejarah
Dan itu berlangsung sampai sekarang. Untuk jadi pegawai negara ujiannya sampai 7 lapis. Ada wawancara akhir yang sangat menentukan. Ujian Gaukao unutk seleksi masuk Universitas nya terkenal sangat kompetitif. Sangat berat. Wajar kualitas SDM nya mumpuni.
Admin SDGs Sanankulon
Mengganggu tulisan seri luar negeri. ANOMALI HARGA GABAH DI PANEN RAYA Masa penantian para pahlawan pangan tanpa tanda jasa telah tiba. Saat dimana hati mereka dikecewakan. Masa panen raya adalah masa harga turun. Sesuai prinsip ekonomi dasar atas suply and demand. Ini petani rasakan tiap tahun tiada henti. Muncullah Tahun 2025, pasar di intervensi oleh pemerintah melalui bulog. Harga gabah selama ini berkisar harga 4000 rupiahan saja menjadi 6500 semua kualitas dengan satu harga. Banyak petani terkaget-kaget dan masih skeptis akan kebijakan ini. Diluar dugaan pemerintah serius melaksanakannya dengan dinamika lapangan yang tidak semudah dibayangkan tapi sukses. Harga gabah ditingkat tengkulak terkerek naik ke harga 6000 an rupiah. La kenapa tidak disetor ke bulog aja dengan harga 6500? Prosesnya panjang bahkan kuota dibatasi dan lain sebagaimana. Tahun ini pemerintah tidak melakukan intervensi pasar kayak tahun kemarin atau mereka bekerja senyap tanpa diketahui rakyat untuk mengamankan harga gabah. Benggg ... telah datang masanya harga gabah kering sawah maksimal 6500 an rupiah di awal panen raya tergantung cara panennya, pakai manual atau mesin combine harvester. Semakin lama harga turun sampai ke 6300 an rupiah, sesuai perkiraan di masa panen raya. Opsi menjual ke bulog yang agak ribet menjadi opsi kembali. Ups ... itu tidak terjadi, gabah tiba2 naik sampai 6700 an rupiah. Petani terkaget-kaget yang sudal menjual gabahnya dengan ijon 6500 sesuai harga pemerinta
HONDA CBR150R
Abah mesti mencari tau juga apakah keturunan Wu Chang En masih menerima royalty atas karyanya sampai sekarang atau kalau tidak ada keturunan lagi, royalty-nya lari kemana, apakah ada LMKN di sana.
Jokosp Sp
Saya gag mau kalah kalau tentang kunjungan ke China. Kalau jumlahnya mungkin bolehlah kalah. Ke Beijing jelas tujuan utama untuk lihat forbidden city dan kulinernya. Shanghai ke kawasan utama The Bund, Nanjing dan makanan Indonesia. Chongqing lihat infrastruktur dan stasiun kereta terdalam di dunia. Chengdu lihat kota modern di provinsi Sichuan. Harbin ke ibukota Heilongjian menjajal jajanan malam di central street gaya eropa. Kashgar menjelajahi kota tua di Xinjiang dari etnis Uygur dan jalur sutera. Lhasa dan Shigatse (Tibet) melalui perjalanan ekstrim di dataran tinggi Tibet melewati gletser dan danau suci. Changsa penjelajahan kota Provinsi Hunan dan kunjungan ke International Financial Square, juga incip jajanan di Taping Old Street. Dalian ke kota pelabuhan modern di timur laut China yang ada pengaruh Rusia dan Jepangnya. Mangse (Mangshi) ke kota provinsi Yunnan yang mirip Thailand/Myanmar. Liuzhou kunjungan ke daerah yang warganya keturunan Tionghoa_Indonesia. Chaosan_Puning menikmati kemeriahan imlek dan tahun baru. Tongsing (Dongxing) perjalanan darat ke perbatasan antara China dengan Vietnam. Perjalanan lengkap juga ke daerah perbatasan wilayah di Xinjiang yang berbatasan langsung dengan Pakistan, Afganistan dan Tajikistan. Tapi itu ssemua saya nikmati dari Youtube Rudy Chen. Jangan diece ya Abah, minimal saya kenal China yang maju, modern saat ini karena pemerintahnya fokus dengan mengawali "MENGHABISI KORUPTOR" dengan "HUKUMAN MATI" dengan "TEGAS dan BERANI".
Wilwa
@PakTani. Silahkan baca artikel wikipedia English dengan kata kunci : Xue Ren Gui. 薛 仁贵 (614-683). Ren 仁 = Benevolence, Empathy, Compassion. Gui 贵 = valuable, precious. Semoga koh Liang Yang An 梁楊安 sejarawan Tiongkok kita bisa bercerita lebih jauh.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PEPERANGAN DI DA YUNHE.. Grand Canal bukan hanya jalur beras. Ia juga jalur perang. Siapa kuasai kanal, kuasai logistik. Siapa kuasai logistik, biasanya menang duluan. Di akhir Dinasti Sui, kanal ini justru jadi beban. Pemberontakan meledak. Jalur air diputus. Distribusi macet. Dinasti pun tumbang. Lalu di era Dinasti Yuan, kanal dipakai mengirim pasukan dan suplai. Efisien. Cepat. Seperti “tol militer”. Yang paling dramatis saat transisi Ming–Qing abad ke-17. Banyak kota di sepanjang kanal jadi medan perebutan. Termasuk wilayah Shandong. Kanal bukan lagi jalur damai. Tapi garis depan. Di luar perang, hidup sehari-hari tetap berjalan. 1) Rakyat mandi di situ. 2) Nyuci juga. 3) Airnya dipakai minum—tentu setelah diendapkan atau direbus. Menariknya, satu kanal bisa jadi banyak wajah. 1);Pagi untuk ibu-ibu mencuci. 2) Siang untuk kapal dagang. 3) Malam bisa jadi jalur pasukan. Pelajarannya sederhana. 1) Infrastruktur itu netral. 2) Yang menentukan damai atau perang bukan airnya. 3) Tapi manusianya. 4) Kadang airnya jernih. 5) Pikiran kita yang keruh... Maka berenanglah.. Dijamin badan menjadi bersih. Dan segar..
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 111
Silahkan login untuk berkomentar