Kemen PU: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Capai 38 Persen, Rampung Juni 2026!

Kemen PU: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Capai 38 Persen, Rampung Juni 2026!

Kemen PU: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Capai 38 Persen, Rampung Juni 2026!-Dok. Kementerian PU-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Target penyelesaian pada Juni 2026. 

BACA JUGA:Indonesia Raya Berkumandang! Kiandra Ramadhipa Jadi Jawara Race 2 Red Bull Rookies Cup di Jerez

Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai sekitar 38 persen.

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kelurahan Bulurejo, Kapanewon Lendah ini dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 peserta didik. 

Pembangunan dilaksanakan menggunakan APBN senilai Rp214 miliar sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan terpadu bagi masyarakat kurang mampu.

BACA JUGA:Kemenhaj Kembali Tegaskan Bahaya Haji Ilegal, Ini Sanksi Berat Bagi Jemaah Non-prosedural yang Tertangkap

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi," kata Menteri Dody, Minggu, 26 April 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY dengan kontraktor pelaksana PT Abadi Karya Pradanaraya (KSO) dan supervisi PT Ciriajasa Engineering Consultant. 

Untuk mengejar target penyelesaian, percepatan pekerjaan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja secara bertahap serta pengaturan pekerjaan secara paralel di beberapa zona konstruksi.

BACA JUGA:Polisi Kejar WNA yang Diduga Sekap Gadis dan Cekoki Narkoba di Hotel Jakut

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Raden Haryo Satriyawan menjelaskan jumlah tenaga kerja telah meningkat dari sekitar 650 orang menjadi 840 orang dan masih akan ditambah hingga mendekati 925 pekerja.

"Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel," kata Haryo. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait