Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api Beruntun di Bekasi

Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api Beruntun di Bekasi

Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api Beruntun di Bekasi-Dok. Basarnas-

BEKASI, DISWAY.ID - Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi sar kecelakaan kereta beruntun antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi SAR berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian yang dilaporkan pada Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB.

BACA JUGA:84 Korban Luka Kecelakaan Kereta di Bekasi Tersebar ke Beberapa RS, KNKT Buka Suara Soal Investigasi

Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan melalui proses evakuasi dan ekstrikasi dengan penanganan khusus.

“Alhamdulillah, seluruh korban telah berhasil kita evakuasi. Dalam prosesnya, terdapat beberapa korban yang memerlukan penanganan khusus karena posisi terjepit material rangkaian kereta, sehingga evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan tidak memungkinkan penarikan lokomotif secara langsung,” ujar Mohammad Syafii.

Ia menambahkan, tim SAR gabungan menghadapi tantangan cukup berat mengingat kondisi benturan yang menyebabkan deformasi parah pada rangkaian kereta, bahkan hingga bagian lokomotif masuk ke badan gerbong.

Hal tersebut mengakibatkan sebagian korban terjebak di dalam material, sehingga proses evakuasi memerlukan peralatan khusus, baik manual maupun hidrolik.

BACA JUGA:Basarnas Special Group Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, telah diserahkan kepada pihak medis dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk. Proses identifikasi korban selanjutnya menjadi kewenangan pihak berwenang.

Dengan telah selesainya proses evakuasi dan tidak ditemukannya korban tambahan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa apabila dalam proses lanjutan ditemukan bagian tubuh korban atau indikasi lainnya, maka tindakan evakuasi tetap akan dilakukan sesuai prosedur.

Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, termasuk TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, relawan, serta dukungan masyarakat dan media yang turut membantu kelancaran operasi.

“Operasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh pihak. Ini merupakan kejadian luar biasa dengan tingkat kesulitan tinggi, namun dapat kita tangani bersama secara optimal,” tutup Kabasarnas.

15 Orang Tewas

tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait