Bikers Mesti Tahu! Rem Blong Bisa Fatal, Ini Pentingnya Ganti Minyak Rem Secara Berkala
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan saat berkendara.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Sistem pengereman menjadi aspek krusial dalam keselamatan berkendara. Namun, di balik kinerja rem yang pakem, terdapat komponen penting yang sering luput dari perhatian, yaitu minyak rem.
Padahal, peran minyak rem sangat vital untuk memastikan sistem pengereman bekerja optimal.
BACA JUGA:Ini Identitas Korban Tewas ke-16 Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi, Seorang Perempuan
Minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem ke sistem pengereman di roda.
Saat tuas rem ditekan, tekanan disalurkan untuk menggerakkan piston sehingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju kendaraan.
Proses ini harus berlangsung dengan baik agar pengereman tetap responsif.
BACA JUGA:Wapres Dorong BGN Perketat Keamanan Pangan dan Percepat Jangkauan MBG ke 3T
Seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Salah satu penyebabnya karena minyak rem memiliki sifat mudah menyerap uap air dari udara. Lama - kelamaan, kandungan air ini membuat kinerjanya tidak lagi optimal.
Akibatnya, kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan jadi berkurang. Pengereman pun bisa terasa kurang pakem, lebih lambat, atau tidak se-responsif biasanya.
Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan membuat rem terasa seperti ‘kosong’.
Selain itu, campuran air di dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman.
BACA JUGA:Capaian SPPG Bersertifikat SLHS Naik Tajam, Waka BGN Targetkan 100 Persen Rampung Agustus 2026
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan saat berkendara.
“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” ungkap Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: