Sustainable Finance Fest 2026: OJK Minta Industri Keuangan Berani Hadapi Risiko

Kamis 30-04-2026,23:17 WIB
Sustainable Finance Fest 2026: OJK Minta Industri Keuangan Berani Hadapi Risiko

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri keuangan tak lagi punya pilihan selain bertransformasi ke arah berkelanjutan, seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim yang kini menjelma menjadi risiko nyata bagi stabilitas ekonomi dan sistem ke--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri keuangan tak lagi punya pilihan selain bertransformasi ke arah berkelanjutan, seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim yang kini menjelma menjadi risiko nyata bagi stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.

Perubahan iklim kini bukan hanya berdampak pada aspek lingkungan, namun juga memberikan dampak pada aspek sosial dan ekonomi.

Hal ini disampaikan Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, saat tampil sebagai keynote speaker pada acara Sustainable Finance Fest 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis 30 April 2026.

BACA JUGA:Kemenkeu Atur Pengelolaan Anggaran OJK, Ini Isinya

Acara yang mengusung tajuk “Finance for Future: Giving the Green Shift a Lift” ini dipersembahkan oleh koalisi Responsibank Indonesia berkolaborasi dengan Katadata dan Yayasan Bicara Data Indonesia serta diselenggarakan oleh Sisi+ by Katadata.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya keuangan berkelanjutan sekaligus membuka ruang dialog yang inklusif antara regulator, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan masyarakat.

Sustainable Finance Fest 2026 juga menjadi wadah untuk membangun jejaring di antara para pegiat ekonomi hijau, impact investors, dan komunitas, serta mendorong partisipasi aktif berbagai pihak dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, baik melalui investasi hijau maupun advokasi kebijakan.

“Perubahan iklim bukan semata risiko lingkungan, namun berkembang menjadi risiko ekonomi dan risiko keuangan yang mengancam stabilitas,” ujar Deden. 

BACA JUGA:Berantas Penipuan, OJK dan Satgas PASTI Sukses Blokir 953 Pinjol Ilegal

Ia menambahkan, transisi menuju keuangan berkelanjutan merupakan upaya mitigasi risiko iklim yang bersifat kolektif dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Bagi pelaku industri keuangan sendiri, transisi ke arah yang lebih berkelanjutan merupakan suatu keniscayaan.

“Langkah untuk memitigasi risiko iklim bukan lagi praktik sukarela, namun kewajiban bagi industri keuangan kita,” imbuh Deden.

Ia mengingatkan pelaku industri keuangan bahwa transisi ke arah yang lebih berkelanjutan perlu dilakukan dengan kehati-hatian.

BACA JUGA:Dugaan Pencairan Kredit Tanpa Persetujuan Direksi, Bank Pelat Merah Diadukan ke OJK

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: