Sustainable Finance Fest 2026: OJK Minta Industri Keuangan Berani Hadapi Risiko

Kamis 30-04-2026,23:17 WIB
Sustainable Finance Fest 2026: OJK Minta Industri Keuangan Berani Hadapi Risiko

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri keuangan tak lagi punya pilihan selain bertransformasi ke arah berkelanjutan, seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim yang kini menjelma menjadi risiko nyata bagi stabilitas ekonomi dan sistem ke--Istimewa

“Tugas kita (BEI) adalah menavigasi ESG investment, yaitu bagaimana caranya supaya investor berinvestasi ke sektor yang lebih berkelanjutan,” ujar Ignatius.

Ia menambahkan, berkaca pada peran tersebut, pasar modal terus melakukan pendekatan-pendekatan untuk mendorong peningkatan investasi hijau.

Upaya-upaya yang dilakukan meliputi mendorong keterbukaan informasi, menggandeng pihak ketiga (ESG rating agency) untuk menilai performa ESG di pasar modal Indonesia, merilis 6 ESG Index, serta menyediakan produk-produk investasi.

BACA JUGA:DPR Resmi Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Ini Daftarnya

Sementara itu, Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, memaparkan bahwa transisi sektor keuangan ke arah yang lebih berkelanjutan perlu memperhatikan aspek-aspek sosial.

"Transisi energi kerap mengabaikan dampak sosialnya, seperti hilangnya lapangan kerja di sektor energi dan pertambangan. Ketika kita mendorong pensiun dini PLTU, misalnya, kita perlu memperhitungkan berapa banyak pekerjaan yang ikut hilang," terangnya.

"Ketimpangan manfaat juga perlu menjadi perhatian. Banyak investasi hijau yang hanya menguntungkan korporasi, sementara masyarakat lokal justru menanggung dampaknya—baik dari sisi mata pencaharian maupun konflik lahan," tutup Victoria.

BACA JUGA:DPR Resmi Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Ini Daftarnya

Jadi Wadah Peningkatan Kapasitas

Sebagai rangkaian lanjutan, acara ini dilanjutkan dengan workshop session yang menghadirkan empat tema utama bersama para pembicara kompeten di bidangnya. 

Workshop pertama mengangkat tema “Gerakan Anak Muda untuk Keuangan Berkelanjutan” dengan menghadirkan Koordinator Aksi Enter Nusantara Ramadhan dan Researcher Trend Asia Herdanang Fauzan, dimoderatori Project Officer Youth Force Revian Pratama.

Workshop kedua mengusung tema “Peran Jurnalis untuk Mencegah Greenwashing” yang diisi oleh Editor Ekuatorial Monica Dian, Communication Specialist Katadata Green Carolus Bregas Pranoto , dan founder dari Indonesian Journalists for Climate Dewi Safitri, dengan moderator Andjani Widya (YLKI).

BACA JUGA:Hadapi Kenaikan Harga Minyak, Purbaya Ungkap Alasan Percepat Penunjukan Pimpinan OJK

Workshop ketiga bertajuk “Race to The Top: Akselerasi Implementasi Keuangan Berkelanjutan di Indonesia” menghadirkan Direktur pada Direktorat Pengembangan Perbankan Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bahruddin dan Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Trioksa Siahaan , dimoderatori Spesialis Keuangan Berkelanjutan Dia Mawesti.

Adapun workshop keempat mengusung tema “Peran Masyarakat Sipil dalam Transparansi dan Akuntabilitas Sektor Keuangan” dengan narasumber Policy Strategist Coordinator Indonesia CERAH Dwi Wulan Ramadani dan Direktur Eksekutif TUK Indonesia Linda Rosalina, dimoderatori Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: