Terkuak! Ini Penyebab IHSG Ambruk Month to Month Versi OJK

Terkuak! Ini Penyebab IHSG Ambruk Month to Month Versi OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.--Bianca Khairunnisa

JAKARTA, DISWAY.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi IHSG yang terus fluktuatif dan cenderung merosot sejak konflik Timur Tengah terjadi. 

OJK menyatakan bahwa resiliensi dan juga likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik.

Hal tersebut sendiri disampaikan secara langsung Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.

Dalam penuturannya, dirinya menyatakan bahwa industri pengelolaan investasi juga bergerak searah dengan tren pasar di bulan laporan di bulan Maret 2026, namun dengan penurunan yang cenderung lebih moderat.

BACA JUGA:IHSG Dibuka Melemah 0,66 Persen, Analis Prediksi Masih Tertekan

"IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42 persen month to month. Namun investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai 23,34 triliun rupiah month to month dengan tercatat lonjakan jual oleh investor asing yang disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di bursa efek," tutur Hasan dalam Konferensi Pers RDK OJK, yang digelar secara daring pada Senin 6 April 2026. 

Kendati begittu, Hasan juga turut mengakui bahwa kondisi pasar keuangan Indonesia memang mengalami penurunan.

Dalam hal ini, dirinya menyoroti Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) reksadana, yang terkoreksi sebesar 2,51 persen month to month.

BACA JUGA: IHSG Lesu saat Penutupan, 847 Saham Turun Harga

"Namun (NAB) masih tumbuh positif sebesar 3,02 persen year to date. Terjadinya kinerja NAB ini ditopang oleh adanya net subscription secara year to date yang signifikan, yaitu sebesar Rp 29,12 triliun rupiah," tambah Hasan.

Selain itu, Hasan juga turut menambahkan bahwa jumlah investor di pasar modal dalam negeri terus mencatat peningkatan signifikan.

"Jumlah investor kembali bertambah sebanyak 1,78 juta investor baru di bulan Maret 2026. Sehingga total jumlah investor kita sudah mencapai Rp 24,74 juta atau telah tumbuh sebesar 21,51 persen year to date," pungkas Hasan.

"Pasar modal dalam negeri terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Maret 2026 secara year to date, nilai fundraising di korporasi di pasar modal telah mencapai angka rp 51,96 triliun ," tambahnya.

BACA JUGA:Sempat Naik Turun, IHSG Full Senyum di Awal April

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: