Thomas Cup 2026: Indonesia Hancur Lebur, Haruskah Fadil Imran Mundur?

Rabu 29-04-2026,18:32 WIB
Thomas Cup 2026: Indonesia Hancur Lebur, Haruskah Fadil Imran Mundur?

Publik mendesak pertanggungjawaban Ketua Umum PBSI Fadil Imran atas hasil buruk Tim Thomas Cup Indonesia yang dicukur Prancis 4-1-Dok. PBSI-

Alwi kalah dua gim langsung dari Alex Lanier dengan skor 16-21, 19-21.

Sementara, Ginting harus melalui duel sengit melawan Toma Junior Popov.

Anthony Ginting bentrok dengan Toma Junior Popov lewat rubber game dengan skor 22-20, 15-21, 20-22.

Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani juga gagal meraih satu kemenangan setelah dibekuk Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor 19-21, 19-21.

Di partai terakhir, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil membuka kemenangan atas Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.

Hasil tersebut membuat Indonesia gagal lolos ke perempat final Thomas Cup 2026 setelah kalah bersaing dengan Thailand dan Prancis.

Indonesia finis di posisi ketiga klasemen dengan mengoleksi dua poin.

Sementara, Thailand lolos sebagai juara Grup D, diikuti Prancis sebagai runner up.

PBSI dituntut tanggung Jawab

Empati dan apresiasi tetap harus kita berikan kepada para atlet yang telah berjuang keras dan berkeringat memikul ekspektasi jutaan rakyat Indonesia. Kekecewaan mereka di lapangan sudah cukup berat.

Namun, di level struktural, kita butuh transparansi institusional. Pemimpin sejati tidak hanya hadir di tengah euforia seremoni pengalungan medali, tetapi justru diuji saat organisasinya berada di titik terendah. Publik bulu tangkis Indonesia kini menanti lebih dari sekadar siaran pers atau permintaan maaf formalitas.

BACA JUGA:PBSI Umumkan 3 Wajah Baru di Pelatnas 2026, Ini Daftar Lengkap 74 Atlet Cipayung

Ini adalah momentum untuk menuntut pertanggungjawaban nyata dari ketua umum PBSI, mulai dari evaluasi performa secara menyeluruh (baik atlet, pelatih, maupun pengurus), perombakan sistem birokrasi pembinaan yang mungkin sudah usang, hingga penyajian cetak biru yang rasional untuk bangkit.

Sejarah buruk ini telah tercatat, tetapi masa depan bulu tangkis Indonesia masih bisa diselamatkan, asalkan federasi memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab penuh dan mengeksekusi perubahan progresif.

Kilas Balik Terpilihnya Fadil Imran

Musyawarah Nasional (Munas) PBSI XXIV yang digelar di Surabaya menjadi panggung suksesi kepemimpinan yang krusial. Proses transisi ini bergulir dengan mulus dan sarat akan konsensus.

Komjen Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, yang sebelumnya telah berada di lingkaran dalam sebagai Sekretaris Jenderal, melangkah maju untuk mengambil alih kemudi tertinggi. Kepercayaan terhadapnya mengalir deras dan solid; sebanyak 34 dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI se-Indonesia secara aklamasi memberikan mandat penuh kepadanya sebagai calon tunggal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: