Tak Punya Kendali Harga BBM, Timor Leste Juga Terseret Dampak Perang Timur Tengah

Kamis 30-04-2026,13:58 WIB
Tak Punya Kendali Harga BBM, Timor Leste Juga Terseret Dampak Perang Timur Tengah

Saat berkunjung dan berbincang dengan Disway.id di Jakarta, Rabu 29 April 2026, Counsellor dari Embassy of the Democratic Republic of Timor Leste Domingos Savio mengungkapkan kondisi terkini di negaranya imbas situasi global saat ini. --Disway/C. P. H Arnold

JAKARTA, DISWAY.ID - Seluruh negara di dunia termasuk Timor Leste merasakan dampak atau imbas situasi geopolitik global, terutama pada harga BBM.

Saat berkunjung dan berbincang dengan Disway.id di Jakarta, Rabu 29 April 2026, Counsellor dari Embassy of the Democratic Republic of Timor Leste Domingos Savio mengungkapkan kondisi terkini di negaranya imbas situasi global saat ini. 

Ia mengakui selama ini untuk memenuhi kebutuhan stok BBM di Timor Leste, negaranya ketergantungan pada impor. 

Maka ia berharap situasi perang akan segera berakhir. 

BACA JUGA:Ngeri! Israel Gelar Festival LGBTQ Terbesar di Timur Tengah, Bangun 'Kota Kebanggaan' di Laut Mati

“Bagaimana kita tahu bahwa ini memang berdampak pada BBM atau kebutuhan masyarakat secara umum? Apakah benar semua itu terpengaruh oleh perang yang terjadi di Timur Tengah, bahkan di berbagai belahan dunia? Pemerintah sebenarnya tidak mengendalikan harga, karena semuanya ditentukan oleh mekanisme pasar. Jadi ketika pasar berubah, harga pun ikut berubah. Saya mendengar bahwa harga mulai naik, meskipun saya tidak tahu persis angkanya,” ujarnya kepada Disway.

Savio menjelaskan harga BBM di Timor Leste sudah mulai merangkak naik terutama harga solar.

“Dan sekitar 1,10 hingga 1,20 dolar. Sekarang saya tidak tahu persis, tetapi kenaikan mulai terasa di mana-mana. Semua orang tentu berharap perang ini segera berakhir,” katanya. 

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Memanas, Jemaah Haji Indonesia Tetap Berangkat

Namun bagaimana dengan stok, khususnya terkait Selat Hormuz yang masih menjadi perdebatan antara Iran dan Amerika Serikat?

“Ya, seperti yang saya katakan, situasi di sana berdampak ke semua negara. Timor-Leste sangat bergantung pada impor, sehingga untuk kebutuhan bahan baku dari berbagai tempat, kami harus mengikuti kondisi global,” ucapnya. 

Semua pihak, kata Savio, berharap perang ini segera berakhir agar situasi bisa kembali normal. 

Namun, menurutnya meskipun perang berakhir besok, pemulihan tidak akan cepat karena banyak infrastruktur minyak di Timur Tengah yang rusak. 

“Pemulihannya akan memakan waktu lama, dan dampaknya tidak hanya di kawasan tersebut, tetapi juga di seluruh dunia,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: