Data BPS Ini Bukti Warga RI Doyan Healing, Perputaran Ekonomi Tembus Rp55 Triliun

Selasa 05-05-2026,06:49 WIB
Data BPS Ini Bukti Warga RI Doyan Healing, Perputaran Ekonomi Tembus Rp55 Triliun

Salah satu spot dan komplek candi di Yogyakarta.-Freepik/Tawatchai07-

JAKARTA, DISWAY.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang triwulan I 2026 mengalami kenaikan signifikan. Akumulasi sepanjang Januari-Maret 2026, tercatat 319,51 juta perjalanan wisnus, atau naik 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (_year on year_/yoy).

Khusus Maret 2026, BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan. Jumlah itu juga naik cukup signifikan, yaitu 42,1% dibandingkan bulan yang sama tahun 2025.

Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, hal tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat.

BACA JUGA:Sidang Uji UU Parpol di MK, PBB Bahas Fenomena Dualisme Parpol

“Kita bisa melihat meningkatnya mobilitas warga tersebut dari angka perjalanan wisatawan nusantara, yang sepanjang kuartal pertama tumbuh 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Pada awal pekan ini, BPS mengumumkan kinerja sektor pariwisata. Selain data perjalanan wisnus, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 sebanyak 1,09 juta, atau meningkat 10,5% yoy.

Sedangkan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang pergi ke luar negeri pada periode yang sama tercatat 793.160 atau naik 36,36% yoy.

Tingginya mobilitas warga, khususnya wisnus, tersebut juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sepanjang kuartal I yang mencapai Rp 55 triliun. Jumlah itu naik 57,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:5 Bansos Cair Mei 2026 Lengkap Cara Cek Status Penerima, Warga Wajib Tahu!

Peningkatan PPN dan PPnBM memberi kontribusi besar pada penerimaan perpajakan, yang pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 394,8 triliun, atau naik 20,7% yoy.

Meningkatnya penerimaan perpajakan tersebut memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengakselerasi belanja negara sejak awal tahun.

Hingga Maret 2026, belanja negara tercatat Rp 815 triliun, meningkat 31% dibandingkan triwulan pertama 2025.

Akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama ke program prioritas pemerintah, mampu menciptakan _multiplier effect_ , sehingga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global saat ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait