Kisah Jordan Marcellino di DBL Camp 2026, Dari Rasa Takut ke All-Star

Selasa 05-05-2026,17:41 WIB
Kisah Jordan Marcellino di DBL Camp 2026, Dari Rasa Takut ke All-Star

Perjalanan berliku Jordan Marcellino di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-

BACA JUGA:Tuntas Digelar, Honda DBL Banten Series 2025 Hadirkan Duel Panas Basket Pelajar

Ia dinilai memiliki kemampuan untuk mengatur permainan dan membaca situasi di lapangan, kualitas yang penting bagi seorang garda.


Aksi Jordan Marcellino di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-

"Sempat kaget waktu itu coach Keegan minta aku buat bawa bola. Padahal kan selama ini aku jarang banget main posisi satu. Bahkan, kalau gim-gim penting juga aku nggak dimainkan di posisi satu. Karena aku lebih oke di posisi dua sama tiga," ceritanya.

Perubahan peran itu jelas tidak mudah. Jordan harus beradaptasi dengan cepat di tengah kompetisi yang sangat ketat. Ia mengakui sempat kesulitan dan melakukan beberapa kesalahan saat mencoba menjalankan tugas barunya.

"Nah, waktu aku disuruh coba buat bawa bola, itu aku ngerasa nggak maksimal. Beberapa kali masih sempat bikin kesalahan. Apalagi ini kan persaingan dan nggak seharusnya coba-coba kan, Kak. Tapi, aku berusaha maksimalkan setiap kesempatan aja," kata Jordan menambahkan.

Di tengah tekanan dan rasa tidak percaya diri, Jordan memilih untuk tetap berusaha. Ia memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan untuk terus berkembang.

BACA JUGA: Peran DBL Saat Timnas Indonesia Juarai Basket 3x3 Putri SEA Games 2025

BACA JUGA:DBL Jakarta Series Championship 2025: Final Penuh Gebrakan Bersama Honda BeAT

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil manis. Dalam momen pengumuman yang penuh ketegangan, nama Jordan justru dipanggil lebih awal untuk bergabung dalam skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

Saat detik-detik penentuan berlangsung, Jordan hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya.

"Jujur, aku sudah pasrah. Kalau nggak terpilih ya sudah. Mungkin belum rezeki aku bisa masuk DBL All-Star. Lagian bisa sampai sini (DBL Camp) juga sudah sangat amat berkesan buat aku," terangnya.

Keberhasilan Jordan terasa semakin istimewa karena ia menjadi pemain putra asal DBL Medan pertama yang kembali menembus DBL All-Star sejak edisi 2016.

Setelah penantian selama satu dekade, Jordan berhasil mengulang catatan tersebut. Kini, ia dikenal sebagai garda komplet dari SMA Methodist 2 Medan.

Perjalanannya di DBL Camp 2026 menjadi bukti bahwa keberanian keluar dari zona nyaman dan kerja keras dapat membuka jalan menuju pencapaian besar. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: