Dibayangi Sentimen Global, IHSG Mentok di Level 7.092 saat Penutupan
Papan tren perdagangan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)-Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID - Berbanding terbalik dengan kondisi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar AS yang kian terpuruk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru kembali menutup sesi perdagangan pada Rabu 6 Mei 2026 ini dengan mempertahankan posisinya di zona hijau.
Dalam hal ini, sesi perdagangan IHSG ditutup dengan menguat sebanyak 35,36 poin atau setara dengan 0,50 persen ke level 7.092,47.
Penguatan ini sendiri menjadikannya kali ketiga IHSG sukses menutup sesi perdagangan tanpa terkoreksi.
BACA JUGA:Investor Boleh Lega, IHSG Menghijau di Sesi Penutupan
Selain itu, hasil ini juga melanjutkan penguatan pada sesi I perdagangan siang ini, yang ditutup dengan menghijau sebanyak 52,94 poin atau sebesar 0,75 persen ke level 7.110,05.
Tidak hanya itu, penguatan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut menghijau mendekati penutupan.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 melesat naik sebanyak 1,18 poin, atau turun sebesar 0,17 persen ke level 682,76.
BACA JUGA:Empat Saham Ini Rekomendasi Analis, IHSG Diprediksi Menguat
Masih Dipengaruhi Sentimen Global
Sementara itu menurut hasil analisis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, pasar keuangan domestik masih bergerak hati-hati meskipun data makroekonomi terbaru menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi.
"Masih terlalu dini untuk mengasumsikan bahwa penguatan ini akan berlanjut, mengingat aliran dana asing masih mencatatkan outflow dan belum terdapat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pasar," tutur Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, pada Rabu 6 Mei 2026.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Kembali Melemah, Ini Biang Keroknya
Dalam hal ini, Rully juga menilai bahwa penguatan IHSG masih lebih dipengaruhi sentimen global dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan.
"Selama volatilitas rupiah masih tinggi, investor global diperkirakan tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah," jelas Rully.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: