Menuju Energi Masa Depan, Pertamina dan Apache Corporation Bahas Kerja Sama Strategis
Pertamina juga membuka peluang partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional. -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Pertamina (Persero) melakukan diskusi strategis dengan Apache Corporation terkait peluang pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi, dengan fokus pada penguatan kolaborasi pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jajaran manajemen.
BACA JUGA:Kesepakatan ASEAN DEFA Berhasil Diselesaikan Lewat Penandatanganan di KTT ASEAN November 2026
Diskusi membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kolaborasi internasional, hingga penjajakan minat investasi dan peluang eksplorasi Apache di Indonesia.
Salah satu topik utama yang menjadi perhatian adalah pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF).
Teknologi ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung optimalisasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakteristik yang lebih kompleks.
BACA JUGA:Hamdan Zoelva Sebut Eksekusi Hotel Sultan Perlu Pertimbangkan Hak Pekerja dan Tenant
Selain itu, kedua perusahaan turut menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir yang dinilai memiliki prospek menarik di tengah dinamika keekonomian energi dan perkembangan rantai pasok global saat ini.
Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional yang kompetitif, didukung skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kolaborasi dengan mitra strategis global yang memiliki pengalaman teknis dan operasional.
Pertamina juga membuka peluang partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional.
BACA JUGA:Airlangga Hartarto: Ketahanan Pangan dan Energi ASEAN Tak Bisa Ditunda Lagi
Pembahasan turut mencakup penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis hulu migas secara global.
Saat ini, Pertamina memiliki portofolio internasional yang terus berkembang, termasuk operasi luar negeri dengan produksi sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD).
Selain itu, Pertamina juga memperkuat partisipasi pada sejumlah proyek strategis global dan domestik, termasuk rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai bersama Eni S.p.A., serta pengembangan Lapangan Abadi Masela bersama INPEX Corporation dan Petronas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: