Transformasi Digital dan ESG Jadi Fokus PalmCo Pascamerger
Di tengah tekanan industri sawit global yang semakin ketat terhadap aspek keberlanjutan dan efisiensi, sub holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo mulai mempercepat transformasi internal pasca-integrasi perusahaan.-dok disway-
Penghargaan tersebut diberikan kepada PKS Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi atas capaian pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Direktur Strategy & Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan tuntutan pasar global terhadap produk sawit kini tidak hanya menyangkut produktivitas, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi tata kelola.
“Industri perkebunan saat ini dituntut mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan komitmen lingkungan. Karena itu, transformasi tidak bisa hanya berhenti pada aspek operasional,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, PalmCo juga memberikan penghargaan kepada sejumlah unit usaha terbaik, mulai dari kebun kelapa sawit, kebun karet, pabrik kelapa sawit, hingga unit teh dan plasma. Penghargaan diberikan sebagai upaya membangun budaya kompetisi sehat di lingkungan perusahaan.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Terbaru Hari Ini 10 Mei 2026, Diskon Mama Lemon hanya Rp8 Ribuan!
Namun, di balik agenda internal tersebut, perusahaan juga menyoroti aspek yang lebih luas, yakni penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.
PalmCo menyatakan akan terus memperluas penyerapan tenaga kerja melalui pengembangan komoditas utama seperti sawit, karet, teh, dan kopi, termasuk lewat kemitraan dengan petani serta pengembangan hilirisasi.
Menurut Jatmiko, transformasi perusahaan harus mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan terbukanya peluang ekonomi baru di daerah,” katanya.
Di tengah tantangan industri perkebunan yang menghadapi tekanan harga global, isu lingkungan, hingga tuntutan efisiensi, langkah transformasi yang ditempuh PalmCo mencerminkan arah baru pengelolaan industri sawit nasional.
Tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, teknologi, dan keberlanjutan sebagai fondasi daya saing jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: