Gus Miftah Minta Pesantren Jadi Ruang Aman dari Bullying dan Kecanduan Gadget

Sabtu 16-05-2026,18:09 WIB
Gus Miftah Minta Pesantren Jadi Ruang Aman dari Bullying dan Kecanduan Gadget

PMKNU Cirebon Bahas Krisis Mental hingga Adiksi Digital Generasi Muda---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Fenomena judi online, kecanduan gadget, krisis mental, hingga kasus bullying di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius dalam forum kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon.

Persoalan tersebut dinilai sebagai tantangan besar yang kini dihadapi generasi muda Indonesia di era digital.

Hal itu disampaikan KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dalam kegiatan PMKNU Cirebon yang juga menghadirkan Gus Ipang Wahid dan KH Imam Jazuli. Forum tersebut membahas berbagai isu aktual yang berkaitan dengan masa depan anak muda, pendidikan pesantren, hingga tantangan sosial di tengah perkembangan teknologi.

Menurut Gus Miftah, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan ideologi atau pergaulan biasa. Kemajuan teknologi digital memang membuka banyak peluang, tetapi juga memunculkan ancaman sosial baru yang perlu diantisipasi bersama.

“Anak muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Judi online, kecanduan gadget, krisis mental, sampai kekerasan dan bullying adalah masalah nyata yang tidak boleh dianggap sepele,” ujar Gus Miftah.

Ia menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjadi ruang yang aman dan sehat bagi para santri, tidak hanya dari sisi pendidikan agama, tetapi juga dalam aspek mental dan sosial. Karena itu, penguatan karakter, pengawasan, serta kepedulian terhadap kondisi psikologis generasi muda dinilai semakin penting.

Dalam forum tersebut, Gus Miftah juga menekankan bahwa dakwah dan proses kaderisasi NU perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, organisasi keagamaan harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama kalangan anak muda.

“NU harus hadir bukan hanya bicara soal masa lalu, tetapi juga mampu menjawab masalah-masalah yang sedang dihadapi generasi muda saat ini,” katanya.

Selain membahas isu judi online dan kesehatan mental, forum PMKNU juga mendorong para kader muda NU agar lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Mereka diharapkan mampu membangun pola dakwah yang lebih relevan dengan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pesantren dan tradisi ke-NU-an.

Kegiatan PMKNU sendiri menjadi bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan NU yang membahas beragam isu strategis, mulai dari transformasi digital, pendidikan, media sosial, ekonomi umat, hingga tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan algoritma digital.

Melalui forum tersebut, NU berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial modern dengan pendekatan yang lebih bijak dan solutif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: